Jayapura, Nokenlive.com – Meningkatnya jumlah penduduk disebuah daerah baik kota dan kabupaten merupakan hal yang wajar dan tidak bisa di bendung.
Kondisi ini berdampak luas terhadap sejumlah aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, pendidikan, termasuk kebutuhan hidup akan air minum bagi warga itu sendiri.
Hal tersebut dikatakan Kepala PDAM Jayapura Entis Sutisna kepada wartawan usai apel pagi dalam rangka hari jadi nya perusahan daerah air minum Jayapura Tanggal 22 Juni 2020.
Dikatakan Enstis, bertambahnya jumlah penduduk dan terbatasnya prasarana jaringan air minum yang tersedia saat ini, menjadi tantangan sekaligus pergumulan pihak PDAM.
Dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di Kota maupun Kabupaten Jayapura, PDAM harus bisa menjawab kebutuhan masyarkat tersebut.
Selain itu kata Enstis, koneksifitas antar jaringan perpipaan yang tersedia belum terhubung seratus persen satu sama lain dari sumber intek PDAM Jayapura.
Hal ini masih jadi kendala sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan agar bisa memberikan layanan air minum yang maksimal terhadap masyarakat Indonesia di Kota Maupun Kabupaten di Jayapura.
Sementara itu kata pria asal kota kembang Bandung Jawa barat ini, selama wabah corona, PDAM Jayapura sedikit alami penurunan dalam sisi penerimaan dari tagihan pelayanan air minum sekitar 40 persen atau sebesar 500juta per bulan.
Untuk itu memasuki pemberlakuan new normal oleh pemerintah daerah, pihaknya akan melakukan penertiban dan pemutusan terhadap pelanggan bahkan warga yang selama ini belum bayar air tapi hanya pakai saja akan dikenakan sangsi administrasi bahkan pemutusan sambungan air nya, tegas Enstis.
Di harapkan warga masyarakat selaku pelanggan tetap PDAM Jayapura bahkan para pengusaha dan perkantoran yang menggunakan jasa PDAM Jayapura, bisa selalu setia dan taat membayar tepat waktu, sehingga layanan air pun tepat waktu.
(Andika)





Apa komentar anda ?