Jayapura, Nokenlive.com – Penundaan event olahraga Nasional PON 2020 yang akan berlangsung di tanah Papua 20 Oktober – 02 November mendatang terus dibicarakan, apalagi semakin meningkatnya kasus positif virus corona atau covid-19 mengalami peningkatan di hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk tanah Papua.
Berbagai tanggapan penundaan PON mulai dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Komisi X DPR RI, hingga DPR Papua. Namun hingga saat ini belum adanya kepastian event empat tahunan tersebut akan di tunda atau tidak, melainkan hal itu masih menjadi kebijakan dan kewenangan pemerintah pusat.
“PON itu kebetulan Papua sebagai tuan rumah, dan gawainya Negara. Sehingga kebetulan mereka kasih kepercayaan kepada Papua, jadi kami tergantung negara, kalau mau dilanjutkan silakan, ditunda juga silakan tidak masalah itu tergantung negara saja,” tegas Wagub Klemen Tinal kepada wartawan usai pelantikan Sekda Papua, Selasa, (07/04/20) di Gedung Negara.
Menurut Wagub, jikalau PON mau tunda atau tidak, Papua harus tetap siap menjadi tuan rumah multi event empat tahunan tersebut. Mengingat pengerjaan sejumlah venue sedang dikebut, sehingga jadwal pembangunannya tetap berjalan.
“PON mau tunda atau tidak, yang penting kita Papua siap, vanue yang dibangun oleh APBD Provinsi maupun APBN harus selesai pada bulan Juni mendatang. Jadi, venue yang dibangun dengan APBD Papua maupun APBN harus rampung seratus persen pada bulan Juni nanti, tapi dengan adanya masalah virus corona atau Covid-19 pasti ada pekerjaan yang molor,” katanya.
Kendati demikian, Pemerintah pusat akan melihat dengan bijaksana, dan terbaik buat PON ini yang menyangkut hajat semua orang. “Papua sebagai tuan rumah selalu siap, jika negara bilang kita mundur sampai Maret 2021 kita tidak ada masalah, mundur lagi tidak masalah,” bebernya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menyatakan kemungkinan PON 2020 ditunda sampai Maret 2021. Sebab ini dilakukan untuk antisipiasi jika wabah Covid-19 masih belum mereda setidaknya sampai Juli mendatang. Bahkan jika wabah berakhir Juni itu pun harus ada masa recovery.
“Kapan covid berakhir, tidak tahu. Kami antisipasi. Tarulah tidak ada event apa pun karena Covid mewabah sampai Juli tidak diperhitungkan. Tidak ada aktivitas apa pun. Antisipasi kami, Agustus sampai Desember masa recovey. Kami juga belum tahu apakah PON masih berlangsung, Peparnas juga,” kata Gatot.
Untuk menunggu kejelasan, kata Sesmenpora kini tinggal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, pertemuan terkahir dalam bahasan PON 2020 Papua hasilnya masih berlangsung di jadwal semula.
“Sekarang kami menunggu arahan Bapak Presiden. kalau ada sidang kabinet, dimungkinkan minta arahan Presiden, terakhir sidang kabinet Maret lalu, masih clear. Menpora menyiapkan plan A, B terkait PON dan Piala Dunia,” ujarnya.
Jika PON mundur dan ajang ASEAN Para Games manila yang dijadwakan pada 03-09 Oktober 2020 juga mundur dan dipredikasi diundur Januari 2021, maka 2021 akan menjadi tahun yang padat untuk Olahraga Indonesia.
(Yod/Jack)





Apa komentar anda ?