Jayapura, Nokenlive.com – Rencana pembangunan Kodim/Bataliyon di Kampung Popome, Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya, mendapat penolakan dari Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (BPP – PGBP).
Ketua Umum BPP- PGBP, Pendeta Titus Yikwa, M.Th mengatakan ada 6 alasan penolakan yang pertama masalah pembunuhan anak gadis yang tidak berdosa, yang terjadi di Kampung Popome, yang mana anak tersebut anaknya seorang hamba Tuhan.
“Penolakan ini hasil keputusan Rapat Kerja (Raker) BPP-PGBP yang berlangsung di Wamena pada 26 Februari sampai dengan 1 Maret lalu,”kata Titus Yikwa Kepada wartawan, Jumat (20/03/20)
Menurut Titus Yikwa, seluruh masyarakat Kampung Popome menolak tidak boleh ada pembangunan Kodim atau Batalion di kampung kami. Karena adanya penembakan dari TNI/Polri terhadap seorang anak kecil yang tidak berdosa.
Lanjut Titus Yikwa pembanguan markas TNI/Polri harus dekat dengan Kota Kabupaten karena merek berdua merupkan mitra yang pekerjaanya sama- sama untuk menjaga, melindungi dan mengayomi masyarakat serta menjaga roda Pemerinthan yang lebih mudah.
Penalokan lain yaitu kami minta Pemerintah Daerah harus bisa memahami baik situasi dan perasaan masyarakat setempat, yang artinya jika Pemerintah membangun Bataliyon berarti kami masyarakat setempat yang ada di 8 Kampung harus sediakan tempat tinggal yang layak.
Kemudian lanjut Titus Yikwa, kedudukan Kodim itu seharusnya di Kabupaten induk Jayawijaya yang mewakili pengunungan tengah dari pada Daerah pemekaran baru salah satunya Kabupaten Lanny Jaya.
“Oleh itu pembangunan Kodim di Kampung Popome tidak begitu sesuai, untuk tidak boleh ada pembagunan Kodim di sana,” tegas Titus Yikwa.
Sementara itu, Tokoh Intelektual, Yan Piet B. Tabuni menambahkan bahwa bagi para TNI yang menempati gedung Sekolah Dasar (SD) Negri Popome untuk segera di kosongkan karena itu sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
Untuk itu kami seluruh masyaeakat Kabupaten Lanny Jaya dari Beam sampai dengan Kuyawage yang terdiri dari 39 Distrik dan 354 Kampung telah membuat pernyataan sikap bahwa pembangunan Kodim atau Bataliyon di tolak.
Kami berharap pimpinan TNI dan Polri tetapi terlebih khususnya pihak Pemerintah untuk mengambil langka cepat tentang apa yanh menjadi kemauaan masyarakat setempat.
(Tinus/Jack)





Apa komentar anda ?