Jayapura, Nokenlive.com — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg.Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan, proses agreditasi yang diperjuangan pihaknya, bukan agreditasi biasa, tetapi agredirasi edisi I yang bertaraf Nasional.
Rumah Sakit Umum Daerh atau RSUD Jayapura yang pernah jaya di masa Hindia-Belanda pada tahun 1960-am menjadi rumah sakit rujukan atau Rumah Sakit Asia Pasifik terbaik saat itu, kini tengah dikeluhkan oleh masyarakat Jayapura selama decade terakhir ini, karena sisten pelayanan dan belum terlengakpanya pelaratan medis.
Oleh karena itu, dirinya telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta lantas merubah nilai agreditasinya harus setara dengan RS Nasional yang ada di tanah air Indonesia.
“Sangat bersyukur ya, Pemerintah Indonesia melalui gubernur Papua, kita harus merubah pola Rumah Sakit ini menjadi yang terbaik dan ditargetkan harus teragreditasi. Akreditasi yang di maksud adalah bukan akreditasi biasa tetapi harus akreditasi edisi I yang jelasnya kelak akan bertaraf nasional,”kata Aloysius Giyai kepada wartawan di Jayapura, Senin, (16/12/2019).
Menurutnya, kalau sudah edisi I bertaraf nasional atau standar nasional, maka pihaknaya berasumsi RS dok II tersebut memunyai potensi makro yang memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang cukup memuaskan.
“Peralatan kedokteran yang cukup adalah masalah sistem pelayanan dalam mutu layanan yang baik, keselamatan pasien juga, disampin itu, penataan lingkungan, kondisi ruangan seperti : WC. kamar mandi, lingkungan parkiran taman, tempat pengusaha pedagang sehingga harus ditata, agar harus ada keteraturan dan keserasian,”ujarnya.
Terkait itu, dia menjelaskan, sejak dia diberikan kepercayaan pada tahun 2017 lalu sebagai jabatan Plt, hingga bulan Mei 2018 lima bulan itu, dia mencoba memperjuankan proses agreditasinya menjadi yang lebih tinggi.
“Saya berharap, tidak harus sempurna tapi paling tidak, kami mengetahui sebenarnya apa yang kami berubah, baik itu pelayanan medis, keperawatan, ketunjangan medis. Semuanya harus dibenahi, di tata total sehingga undang tim nasional untuk datang meniali mulai dari tanggal 16 sampai 27 untuk agreditasi versi edisi I,”katana.
Dia mengakuh, sejak dirinya diberi kepercayaan menjadi Plt, ia sudah lakukan pemetaan master plan, baik itu system pelayanan maupun penataan lingkungan infrastruktur tahun 2019 menjadi tahun tahap I.
(Thiand)





Apa komentar anda ?