Jayapura, Nokenlive.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua Dr.Muhammad Musa’ad meminta kepada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappnda) untuk segera tetapkan target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Permasalahan pokok dalam mewujudkan kemandirian daerah, dapat dilihat dari kemampuan daerah dalam membiayai jalannya roda pembangunan di daerahnya, atau dengan kata lain dapat dilihat dari ratio PAD terhadap APBD hanya berkisar atau lebih dari 10% selama ini.
“Ini tentu menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama, bagaimana pada tahun-tahun yang akan datang realisasi penerimaan PAD kita harus mencapai 100% atau lebih. Tugas dan tanggung jawab untuk mengejar dan mencapai target dan realisasi tersebut, tentunya tidak hanya dibebangkan kepada satu SKPD, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) saja, akan tetapi tugas dan tanggung jawab semua SKPD terkait,”kata Musa’ad kepada wartawan di Jayapura, Rabu, (27/11/2019).
Menurutnya, semua yang mengelola pengelolaan hasil daerah atau PAD harus sungguh-sungguh proaktif dalam mengali dan mengoptimalkan objek potensi sumber-sumber penerimaan pendapatan asli daerah, koordinatif dengan pihak-pihak terkaik dan bekerja secara professional dalam arti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kedepan saya minta kepada BAPPENDA untuk lebih berani menetapkan target dan realisasi PAD yang harusnya di setor oleh SKPD,”harapnya.
Lanjutnya, lakukan penetapan potensi sumber-sumber PAD secara teliti dan cermat dengan melibatkan SKPD terkait satu demi satu, sehingga diharapkan dapat terjaring potensi sumber-sumber PAD secara maksimal. Setelah itu lakukan pembinaan dan pendampingan secara terus-menerus terhadap SKPD terkait sehingga penerimaan PAD kita akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Perlu saya sampaikan bahwa sekalipun selama ini kita mampu mencapai target PAD yang telah kita tetapkan, namun ternyata bahwa penetapan target PAD kita masih termasuk kecewa, dimana kontribusi PAD terhadapa APBD kita masih 13%. Ini tugas dan tanggungjwab berat kita bersama, bagaimana kedepan PAD kita harus mampu menopang APBD kita,”katanya.
“Saya melihat sebenarnya masih banyak potensi penerimaan yang bisa diopotimalkan selain potensi pajak tentunya, khususnya potensi retribusi daerah dan assert daerah. Contoh tentang aset daerah. Kita memiliki Asset Tanah di depan Tokoh Sagu Indah Flaza Jayapura, Asset Tanah dan Mess di tanah Abang, Tanah Tinggi, Kepu dan penggelolaan asset Hotel Numbay Jayapura, Hotel Mapia di Biak, Hotel Asmat di Merauke, asset Gudang Varunapura di pelabuhan Jayapura dan asset tanah lainnya yang strategis yang selama ini belum dioptimalkan. Kalau ini dikelola dan kembangkan dengan baik saya percaya PAD kita akan meningkat tajam. Saya tahu bahwa masih terdapat hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan dan penyelesaian menyangkut asset-aset yang disebut tadi, akan tetapi kendala tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, satu per satu kita selesaikan.
Oleh karena itu, mulai saat ini kita tingkatkan kebersamaan, satukan pola pandang, pola pikir, dan pola tindak, kita bekerja dengan serius bersinergi antara satu dengan yang lain untuk mengoptimalkan dan mengali sumber-sumber penerimaan PAD, agar PAD kita dapat memberikan kontribusi yang besar dan menopang pembangunan di Provinsi Papua,”ujarnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada semua stakeholder, yang bersedia hadir meluangkan waktu untuk membangun komitmen bersama dalam rangka mewujudkan Papua bangkit, mandiri, sejahtera dan berkeadilan, khususnya meningkatkan pendapatan guna memperkuat fiscal keungan daerah.
“Sekali lagi kepada BAPPENDA Provinsi Papua yang telah melakukan berbagai kajian yang sangat strategis, semoga hasil kajian yang telah disusun dapat bermanfaat bagi Provinsi Papua yang kita cintai ini juga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua kalangan guna kemakmuran masyarakat di Provinsi Papua,”tuturnya.
(Thaind)





Apa komentar anda ?