Jakarta, Nokenlive.com – Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa untuk kesejahteraan Orang Asli Papua PT.FI bisa dimekarkan menjadi beberapa perusahaan.
Ungkapan tersebut disampaikan Wenas di sela-sela kuliah umum bersama ILUNI Universitas Indonesia, di gedung Pasca sarjana UI, kawasan Salemba Jakarta, Selasa (12/11) pukul. 14.00 – 17.00 WIB, dengan tajuk “Merajut Papua Dalam Bingkai NKRI” bersama dengan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen.TNI. Herman Asaribab, Kapolda Papua IrjenPol. Paulus Waterpauw, DR. Maikel Manufandu dan beberapa guru besar lainnya.
Menurut Pria jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu bahwa di Papua New Guinea (PNG) terdapat empat bahkan lebih perusahaan raksasa sekelas freeport sedang mengelola tambang (emas) mereka hari ini, sehingga jika di Papua masih berkutat dengan masalah kesejahteraan, pemekaran PT.FI dengan perusahaan besar lainnya, untuk secara bersama-sama mengelola tambang yang ada di bumi cendrawasih dipikirnya tidak ada soal.
Hal tersebut diyakini Wenas tidak menjadi masalah berarti jika orang papua setujui tinggal ajukan untuk di mekarkan serta mendatangkan perusahaan raksasa lainnya yang ada dan sudah terpercaya guna mengelola kekayaan alam di Papua selain yang di kelola oleh PT. Freeport Indonesia.
Seperti di lansir tribunnews.com, dan beberapa sumber lain. Direktur Utama PT. Freeport bernama Clayton Allen Wenas dalam sapaan Toni Wenas ini lahir pada 8 April 1962. Dia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia 1985 itu, namanya telah malang melintang pada dunia pertambangan di tanah air.

Jejak kariernya sebagai berikut ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Riau Andalan Pulp & Paper ( PT. RAPP ). Selanjutnya menjajal industri perbankan dengan menjadi pro manager PT. Bank Merincorp.
Tony juga sempat terjun disektor telekomunikasi, yaitu sebagai profesional di PT. Bakrie Communication Corporation.
Ia pernah berkarier di PT. Freeport Indonesia selama 10 tahun.
Tony juga sempat menjadi Presiden Direktur PT. INCO Tbk yang sekarang telah berganti nama menjadi PT. Vale Indonesia Tbk.
Pernah meraih BEST CEO kategori Private Sectors Versi Obsession Awards 2016.
Tony Wenas mengalahlan empat pesaingnya di acara Obsession Awards 2016 seperti Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata Tbk; Glen Glenardi, Presiden Direktur PT. Bank Bukopin Tbk;
Prabowo Widyakrisnadi Presiden Direktur PT. Ace Hardware Indonesia Tbk; Hariyanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKR Corporindo Tbk.
Untuk di ketahui sebelumnya PT. Inalum (Persero) berhasil membeli saham PT. Freeport Indonesia. Membuat kepemilikan saham indonesia atas PT.FI meningkat dari 9 persen menjadi 51 persen.
Resminya pengalihan saham tersebut ditandai dengan proses pembayaran dan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK) PTFI.
Setelah mendapat kepastian hukum kepemilikan saham usai pembelian dilakukan, PT. Inalum melakukan perombakan direksi. Tony Wenas resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama PT. Freeport Indonesia.
(Redaksi)





Apa komentar anda ?