ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Juli 23, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » MRP Pokja Agama Dengar Pendapat Lintas Agama di Yapen

MRP Pokja Agama Dengar Pendapat Lintas Agama di Yapen

Oleh : Noken Live
9 November 2019
Di Provinsi Papua
0
MRP Pokja Agama Dengar Pendapat Lintas Agama di Yapen

Situasi rapat dengar pendapat lintas Agama yang digelar MRP Pokja Agama

Serui, Nokenlive.com – Majelis Rakyat Papua (MRP) melalui Pokja Agama melakukan rapat dengar pendapat lintas agama di Kabupaten Kepulauan Yapen, bertempat di Hotel Mauren Serui, Sabtu (9/11/2019).

Kegiatan dengar pendapat ini di buka Wakil Bupati Kepulauan Yapen Frans Sanadi,S.Sos dihadiri Angota MRP bidang Pokja Agama DR.Tomi wanggai dan Roberth D. Wanggai S.Sos hadir juga Wakapolres Kepulauan Yapen Kompol Marta S Tolau, Pasilog Kodim 1709 YAWA Letnan Satu J.Purba serta para pimpinan organisasi Umat beragama se Kabupaten Kepulauan Yapen.

Wakil Bupati Frans Sanadi dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Pokja Agama MRP, dimana forum tersebut sangat penting dan strategis guna mengevaluasi dan mensinergiskan program kerja kegiatan di bidang ke Agamaan oleh setiap organisasi yang berada di kabupaten kepulauan Yapen.

Roberth Wanggai saat di temui awak media usai kegiatan mengatakan, dengar pendapat yang dilaksanakan mendapatkan beberapa hal permasalahan, namun yang terpenting menurutnya adalah kerukunan umat beragama di kabupaten kepulauan Yapen.

“Waktu kita dengar pendapat ternyata banyak hal yang kita dapati tapi yang penting kerukunan umat beragama. kita tidak ingin perpecahan intoleransi dan kita sepakat tidak ada radikalisme,” kata Roberh.

Untuk mengantisipasi kelompok radikal yang menggangu stabilitas keamanan, ia berharap agar fungsi intelijen dapat sedini mungkin mendeteksi keberadaan kelompok tersebut.

“Kita berharap intens fungsi-fungsi inteligen daripada kepolisian untuk menangkap sinyal-sinyal yang ketika ada di Serui mereka sudah tangkap,” harapnya.

Dalam pendeteksian kelompok radikal tersebut Robert mengatakan bahwa proses penanganan di Yapen belum seperti di wilayah Jayapura.

“kami lihat tidak dilakukan seperti yang di Jayapura ketika ada kelompok-kelompok yang mencurigakan yang hadir sudah di ikuti semua intelijen kepolisian dan mereka laporkan kronologis tujuan kemana dan jemaat mana, namun ini belum terlambat, tapi Wakapolres sudah catat bahwa ini akan dilakukan dengan senergitas antara lembaga-lembaga,” Pungkasnya.

Dalam pertemuan juga terungkap, bahwa ditemukan beberapa Jemaat tertentu yang berjalan dengan pakaian yang tidak lazim yang terlihat sangat mencurigakan.

“Tadi kita dapat dari ketua Klasis Yapen Selatan mereka menemukan jemaat jemaat tertentu jalan dengan berpakaian eksklusif yang tidak populer dikalangan masyarakat. Bagi saya jika mereka dapat laporkan kepada pihak yang berwajib, kemudian hasilnya di bagikan di grub WA jadi kita bisa merasa tenang,”ungkapnya.

Roberh juga mengapresiasi Pemda Yapen yang sangat responsif dalam membantu pelayan umat beragama di daerah kepulauan Yapen, namun saat diskusi dengar pendapat beberapa harapan dari umat agama minoritas seperti Buddha dan Hindu yang terkendala dengan pendirian rumah ibadah.

“Kami dapat kesan juga Pemda Yapen sangat responsif untuk membantu para pelayan-pelayan pembantu umat disini baik kristen maupun Islam dan kami dapati juga ada minoritas agama lain seperti Budha Hindu, disitu mereka menyampaikan unek mereka untuk mendirikan rumah ibadah tetapi mereka terbentur peraturan menteri agama dimana mereka belum memenuhi syarat itu,”

“Tadi juga kita dapati hal baru misalnya penggunaan Toa di Mesjid dimana ada keresahan keresahan tetapi itu kita batasi tapi kita nanti rekomendasi kan kepada FKUB dan Kementrian Agama untuk mereka dilakukan pertemuan karena penggunaan Toa di Mesjid itu sudah diatur dalam peraturan menteri Agama,” Ucapnya

Atas keberagaman Agama yang hidup harmonis di Yapen Roberth berharap Kabupaten Kepulauan Yapen dapat memenangkan Hormonis Award dari kementrian Agama kedepan.

“Kami berharap Yapen tetap harmonis kalau bisa kedepan dia harus dapat Harmonis Award, seperti tahun ini Kementrian Agama memberikan Award kepada Maluku sebelumnya Manado,” harap Roberth.

Katua FKUB Pdt. Marten Waromi, S.Pak menyampaikan bahwa seluruh umat beragama bersama Tokoh lintas agama perlu mempererat hubungan keharmonisan.

“Beberapa hal penting yang menjadi perhatian bersama seluruh umat beragama terutama tokoh-tokoh lintas agama perlu mempererat hubungan dan keharmonisan dalam rangka menjaga keimanan menjaga kebersamaan, tugas dan tanggungjawab FKUB kepulauan Yapen adalah supaya bersama sama dengan lembaga lembaga keagamaan trus mendukung program pemerintah dibidang ke agamamaan,” ujar Pdt. Marten.

Menurutnya kehadiran MRP melalui Pokja Agama supaya Forum Kerukunan Umat beragama dan pemerintah bersama-sama membangun kerukunan guna mengantisipasi gejolak sosial

“Kehadiran Pokja Majelis rakyat Papua dikabupaten kepulauan Yapen bagaimana supaya FKUB dan pemerintah kita bersama-sama menciptakan sekaligus membangun kerukunan umat beragama guna mengantisipasi segala gejolak sosial yang sementara ada di kehidupan masyarakat,” Tandasnya.

(rich/Itink)

Tags: Majelis Rakyat PapuaPokja Agama MRP
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemkot Sorong Bantu Beasiswa Kepada 250 Mahasiswa Asli Moi

Berita Selanjutnya

Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Budaya Indonesia

Berita Terkait

Selama Januari–Juni 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura Terbitkan 2.023 Paspor
Provinsi Papua

Selama Januari–Juni 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura Terbitkan 2.023 Paspor

Kapolda Papua Buka Pendidikan Bintara Polri 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima
Provinsi Papua

Kapolda Papua Buka Pendidikan Bintara Polri 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Ketua KPK Minta Polda se-Tanah Papua Kawal Penggunaan Dana Otsus agar Tepat Sasaran
Provinsi Papua

Ketua KPK Minta Polda se-Tanah Papua Kawal Penggunaan Dana Otsus agar Tepat Sasaran

Ketua KPK RI Bertemu Kapolda se-Tanah Papua, Bahas Pemberantasan Korupsi
Hukum dan Kriminal

Ketua KPK RI Bertemu Kapolda se-Tanah Papua, Bahas Pemberantasan Korupsi

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua