Jayapura, Nokenlive.com — Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, Ripka Haluk mengungkapkan bahwa transportasi udara dari Jayapura ke kabupaten Nduga masih minim.
“Persoalan Nduga masih berlalu namun kita harus bicara karena masalah kemanusiaan sebab itu pada bulan Desember lalu kami sudah melakukan penanganan bersama Kementerian Sosial berupa makanan, minuman dan pakaian kesana, namun satu hal yang menyulitkan kami adalah transportasi udara.
Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Provinsi Papua, Ripka Haluk kepada wartawan di Jayapura, Senin, (21/10/19).
Ia mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan membangun komunikasi dengan pihak maskapai (Perusahan Pesawat Swasta) untuk mengantar subsidi ke Kabupaten Nduga namun permintaannya terus ditolak oleh PPS.
“Kami pernah memlayangkan surat kepada pihak Perusahaan Pesawat Swasta namun perusahaan menolak permintaan kami karena mereka masih trauma dengan kondisi di daerah itu sehingga kami ke Nduga menggunakan Helikopter Milik TNI,”pungkasnya.
Terkait masalah Nduga, pihak Pemprov Papua bekerjasama dengan Kemensos untuk mengirim Sembako ke Nduga menggunakan Helikopter milik TNI dan di sana (Kabupaten Nduga) Pemerintah juga telah menyediakan tempat pengampunan Sembako untuk para pengungsi.
“Disana ada gudang untuk pengampunan Sembako yang kami kirim dan dalam sistem pembagian harus di delegasikan. Artinya para kepala Distrik yang datang ambil di kabupaten kota untuk mereka pakai,”katanya.
Terkait susahnya tranportasi udara ke kabupaten Nduga, dirinya menjelaskan bahwa, pihaknya takut akan terjadi penembakan susulan dari OTK sehingga perusahaan tidak mengijinkan untuk pesawat mendarat di Nduga.
“Masyarakat yang mengungsi jika mereka lapar datang ambil makanan serta keperluan lainnya lantas diwakili oleh kepala distrik. Pemerintah punya gudang disana sebagai pusat pelayanan jadi semua pelayanannya bisa beejalan lancar,”ujarnya.
(Thiand)





Apa komentar anda ?