Jayapura, Nokenlive.com – Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan air di kota Jayapura, terkait dengan kondisi sumber air PDAM yang mengalami penurunan yang cukup drastis, Kamis (3/10/2019).
Ia menjelaskan bahwa dari 10 sumber air yang ada di Kota Jayapura seluruhnya mengalami penurunan. Kapasitas total 895 liter per detik, namun yg bisa di manfaatkan dengan kondisi sekarang ini, rata-rata hanya setengahnya saja.
“Hal ini yg menyebabkan beberapa daerah pelayanan kami tidak optimal. Artinya pasokan-pasokan air ke pelanggan harus di lakukan secarabergilir,” Terangnya.
Untuk Jayapura utara, dirinya mengatakan, “yang bermasalah itu di bhayangkara dan sekitarnya. Kapasotas untuk wilayah bhayangkara rata-rata 20-30 liter per detik. Namun saat ini, yang bisa kita pasok manfaatkan itu hanya sekitar 5 liter per detik. Ini sangat drastis sekali,” ujarnya.
Begitu juga di intake Angkasa, Anavre, “Ini juga bermasalah. Dari kapisitas normalnya 80-90 liter per detik , ternyata hanya bisa di manfaatkan 30-40 liter per detik untuk setiap harinya. Untuk daya tampung dulunya di reservo angkasa itu 2 jam. Namun sekarang antra 4-5 jam. Otomatis, pelayanan untuk wilayah angkasa mengalami penurunan dan dampaknya untuk petugas PDAM harus ektra time untuk melakukan penggiliran-penggiliran kepada pelanggan di wilayah jayapura utara,” Ungkap Dirut PDAM.
Di wilayah Intake Entrop pun sama, “Kapasitas normal nya 90 liter per detik, namun skrng hanya bisa di produksi 30 liter per detik. Petugas PDAM setiap pagi harus melakukan pengaturan di sumber air. Yaitu untuk mengatur, membagi antara kompleks pasar dan beberapa wilayah di sekitar hamadi,” Tuturnya.
Kondisi terparah, diwilayah Abepura, Intake borgonji, “Intek Borgonji, melayani pelanggan di wilayah abepura, sebagian tanah hitam, puskopad, abe pante, termasuk di kampung Buton Skyline. Sumber air di Borgonji 20 liter per detik, dimanfaatkan ke masyarakat/pelanggan di wilayah Abepante dan Tanah hitam. Namun sekarang hanya 5 ltr per detik. Sehingga air itu hanya bs smpe di kampung buton saja. Dampak nya sangat jelas sekali. Pelanggan di wilayah abepura, puskopad, abe pante, dan tanah hitam, tidak akan mendapatkan air. Itu kondisi realnya,” Bebernya.
Kemudian kita lihat juga intake kamwolker, waena, dan buper, “Intake kamwolker memasok ke perumnas 1, 2 & 3. Awalnya 90 liter per detik, sekarang hanya sekitar 20-30 ltr per detik. Otomatis perumnas 1,2 & 3 terganggu. Biasanya bisa nampung 20-22 jam per hari. Sekarang hanya dapat 10-12 jam per hari.
Gabungan Buper, Kamwolker, Intake Korem, dulunya masih dapat 100-130 liter per detik. Sekarang air yang masuk hanya berkisar 70-75 liter per detik. Inilah yang menyebabkan di kotaraja, di seputar ale-ale, padang bulan ke bawah pun terpaksa harus di lakukan penggiliran. Rata-rata di sana nampung 10-15 per hari.
Hal inilah yg menyebabkan pengurangan terhadap distribusi air. Semata-mata utk membagi terhadap debit air yang masuk,” Tutur entis Sutisna.
Dia mengungkapkan bahwa Upaya yang dilakukan PDAM pertama untuk jangka pendek, yaitu bagaimana mengoptimalkan intake yang ada, plus mencari alternatif, tentunya limbasan-limbasan air yang ada di sumber air nya.
Kepala Dirut PDAM menyatakan pertama, kita masih punya Intake Kojabu yang terbesar. Dan masih memproduksi rata-rata 270 liter per detik. PDAM sendiri akan membentuk tim untuk bagaimana bisa membagi dari sumber air kojabu. 270 liter per detik untuk wilayah Abepura, nanti kita ploting 70 ltr per detik. Kemudian untuk Abepura, Jayapura selatan, dan Jayapura utara. Sehingga bisa membantu pasokan air ke wilayah Abepante dan Tanah hitam.
Kedua, yaitu bagaimana kita memanfaatkan sisa ataupun buangan sumber air yg masih optimal. Seperti kojabu. Ternyata masih ada lapisan di bawah nya. Kapasitas normalnya antara 700-300 liter per detik. Akan kita optimalkan, akan kita suit penambahan-penambahan yg sisa utk membantu distribusi di TMP padang bulan. Upaya yang ketiga yaitu akan dilakukan pembersihan-pembersihan seluruh sumber air. Klu dulu 3-4 kali seminggu di lakukan pembersihan, kali ini harus tambah, 4-5 kali seminggu. Upaya yang ke empat, yaitu PDAM akan membantu secara gratis kepada pelanggan yang terdampak atau yang benar-benar membutuhkan air, terutama untuk wilayah Puskopad, dan tanah hitam.
Dirut PDAM mengatakan, “kami hanya punya 3 mobil tengki. Sementara yang 1 standby diwilayah Abepura, di Jayapura utara, dan Entrop. Dan tentunya terbatas. Kapasitas mobil tengki 4 kubik/4000 liter. Jadi bisa di bagi utk 3-4 pelanggan 1 mobil.kata entis.
Beliau berharap ini bisa membantu kebutuhan air utk masyarakat.”
Dirinya juga berharap “mudah-mudahan 3 bulan ini juga ada kondisi yang lebih baik lagi. Yaitu dengan kondisi yang mengalami penurunan yg signifikan, drastis, mungkin hujan bisa membantu volume air yang dapat kita produksi di sumber air.”
Di kesempatan ini, Ia juga menjelaskan “mengenai masalah angka direkening yang tidak sesuai dengan angka oada meteran. Bahwa untuk sekarang ini seluruh pelanggan sudah terpasang barcode identitas pelanggan.sekarang sduda tidak manual lagi membaca meterannya. Petugas sudahh dibekali dengan menggunakan hp android. Yaitu, di scan barcode nya, dan di foto angka meterannya. Maka ketika pelanggan menemukan, atau merasa tidak pakai airnya tetapi bayarnya melonjak, ini bisa di sekolah selesaikan. Yaitu melaporkan idnya, nomor pelanggan nya ke PDAM terdekat, sesuai dengan wilayah pelayananya.”
“Namun, apabila itu tidak sesuai, katakanlah itu tidak di pakai, otomatis itu harus di cek. Atau klu memang meter nya rusak, kami akan ganti secara gratis.
Tapi kalau memang merasa pakai nya tinggi, kemudian terjadi kesalahan direkening, angka awal di meter itu lebih rendah dari pada yang tertera di rekening, bisa dilakukan komplain, bisa dilakukan perbaikan, dikoreksi rekening tersebut. Silahkan dilaporkan. Tapi tentunya harus dilengkapi dengan id pelanggan, supaya gampang didata. Di medsos pun demikian, jelaskan nomor sambungnya berapa, nomor idnya berapa, id nama siapa, alamatnya di mana. Supaya petugas bisa mengecek langsung. Dan kalau kita yang salah, yah…. Kita harus perbaiki rekening nya,” Kata Sutisna.
“Pada intinya apa yang dibayar oleh pelanggan itu memang sesuai dengan apa yang dipakai. Prinsipnya sudah tentu bahwa kami tidak mngkin menagih sesuatu yang tidak di pakai oleh pelanggan. Tetapi kalau memang ada petugas kami yang melakukan kesalahan, kita akan tegur, kita akan perbaiki.” Tegas Dirut PDAM Jayapura ini.
(Lisa)





Apa komentar anda ?