Serui, nokenlive.com – Perkembangan situasi pasca aksi demo oleh masyarakar OAP yang ada di beberapa kota baik provinsi papua maupun papua barat mulai kondusif namun belakangan terakhir terdengan berbagai isu-isu di masyarakat akan adanya aksi besar-besaran.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah ( pemda ) kabupaten yapen melakukan pertemuan bersama seluruh komponen masyarakat juga oleh pihak TNI/Polri bertempat di gedung silas papare serui.Jumat (13/9).
Dalam sambutan bupati yapen dalam hal ini dibacakan oleh Asisten II setda jelaskan bahwa kejadian yang terjadi di Manokwari dan Jayapura, tentunya sangat terpukul dengan kejadian tersebut itu terjadi karena adanya berita Hoax dan provokator yang memanfaatkan situasi.
“bangsa kita telah digoncang oleh kelompok yang ingin memisahkan diri dari bangsa Indonesia yang terus menghembuskan isu yang tidak benar”.tegas Gokman Simbolon.
Ia tambahkan dengan terjadinya konflik dimana menimbulkan kerugian yang sangat besar baik fasilitas umum dan lain sebagainya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengambil langkah terkait kasus rasisme dengan melaksanakan pertemuan dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan dari Papua. “kekacauan Ini terjadi adanya informasi yang bersifat provokasi terhadap orang-orang untuk menggerakan masyarakat yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya, kita bersyukur di yapen tidak terjadi keributan dan kekacauan seperti ditempat lain di Papua”.tandasnya.
Sementara itu dalam arahan singkat Dandim 1709/Yawa bahwa pada pertemuan ini ia hanya menyampaikan terkait masalah dan harapan kedepannya serta apa yang harus dilakukan untuk memajukan kehidupan kita. “terlalu banyak waktu yang kita korbankan hanya untuk memikirkan masalah rasis ini membuat kita jalan ditempat, membuat kita saling curigai dan membuat hidup kita tidak harmonis”.ucap Letkol Inf Leon Pangaribuan
Dandim ungkapkan demo yang terjadi di Jayapura hanya menyebabkan kerusakan yang ada di tanah Papua. “papua harus merdeka tapi merdeka dalam bentuk apa, yaitu kita harus Merdeka dari keterbelakangan, merdeka dari kebodohan dan merdeka kemiskinan. Untuk itu marilah kita menggunakan waktu kita sebaik-baiknya untuk memajukan kabupaten kepulauan yapen”.tegasnya.
Hal senada juga di lontarkan oleh Kapolres yapen AKBP Penri Erison yang katakan bahwa aksi yang terjadi di beberapa daerah papua dn papua barat adalah aksi demo damai akan tetapi setelah turun dijalan yang terjadi lain.
Sebagai orang nomor satu di jajaran Polres yapen memberikan apresiasi juga bangga kepada tokoh-tokoh, serta segenap elemen masyarakat yapen yang ingin melaksanakan pencetusan zona damai.
Dalam kesempatan ini juga Kapolres jelaskan beberapa hari lalu pihak Polres telah melakukan mediasi kepada solidaritas masyarakat yapen tentang rencana aksi demo yang akan dilakukan pada tanggal 12 September 2019, namun aksi demo tersebut. “kami tetap akan melaksanakan petunjuk dari pimpinan kami dan himbauan dari pemerintah provinsi untuk tidak ada lagi aksi demo dalam bentuk apapun itu”.
Akhir sambutan yang di hadiri puluhan masyarakat ini dengan lantang AKBP Penri Erison sampaikan pihan Polres yapen yang di Back-Up oleh Dandim 1709
/Yawa tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari dukungan masyarakat. “semua karena masyarakat yang telah bekerja sama dengan kami baik polres maupun kodim dalam menjaga situasi yang tetap aman dan kondusif”.
Dalam acara ini juga di hadiri pula oleh Ketua KNPI yapen, Ketua Barisan Merah Putih cabang yapen, Ketua FKUB yapen, Kakesbangpol, serta tamu undangan lainnya dan acara ini juga dilakukan sesi tanya jawab.
(Eman)





Apa komentar anda ?