Jayapura, Nokenlive.com – Setelah menggelar Turnamen Rugby Papua Open 2019 sebagai pembinaan prestasi atlet menuju event Nasional PON 2020 maupun persiapan Sea Games 2019 di Manila Filipina. Pengurus Besar Rugby Union Indonesia bakal mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pertandingan wasit/juri rugby agar bisa memimpin di penyelenggaraan PON 2020 Papua mendatang.
“Saya kira bukan saja kebanggaan Papua bukan hanya konsisten siapkan atlet pembinaan. Bukan hanya kita konsen siapkan atlet, namun bidang pertandingan wasit/juri, apalagi Papua menjadi tuan rumah PON, tentu mereka harus menjadi tuan rumah yang baik dan berkualitas,” kata Sekretaris Jendral PB PRUI Doddie Gambiro kepada Nokenlive.com, Jumat (09/08/2019) di Jayapura.
Dikatakan, ini dilakukan sebagai wujud keseriusan rugby dalam meningkatkan SDM pertandingan diseluruh Indonesia, terlebih khusus di tanah Papua yang akan menjadi barometer cabang olahraga rugby kedepan.
“Kami dengar Papua akan punya lapangan resprentatif buat Rugby tentu itu sangat lebih membantu tuan rumah Papua terus melakukan pembinaan atlet dan pelatih untuk berbagai kejuaraan Nasional, bahkan Internasional,” harapnya.
Disinggung pemerataan kontribusi atlet ke ajang Internasional. Doddie mengaku hampir keseluruhan atlet di Indonesia masuk dalam pelatnas Indonesia, namun yang membuatnya bangga, Papua merupakan salah satu provinsi yang terbanyak berkontribusi mengirimkan atlet ke ajang Internasional termasuk Sea Games 2019 mendatang.
“Sekarang ada atlet dari Sabang sampai Merauke, Papua punya ada dua atlet yang masih sekarang di timnas Indonesia. Jadi perimbangan tiap provinsi cukup merata dan yang bagusnya Papua banyak punya kontribusi atlet bagi Indonesia,” ungkapnya.
Diharapkan juga PRUI Papua dapat terus melakukan pembinaan atlet dan pelatih yang berkesinambungan terutama pembinaan atlet usia di bawah 19 tahun agar bisa menjadi menciptakan atlet dan pelatih berprestasi juga berkualitas bagi timnas Rugby Indonesia dan tanah Papua. Apalagi atlet Papua memiliki banyak potensi yang akan terus berkembang.
“Tinggal kita saja disini bagaimana membina atlet, karena dari alam atlet sudah dibentuk, tinggal disiplin teknik pasti atlet Papua terus menjadi andalan Indonesia kedepan. Jangan pernah berhenti bina atlet karena cabor rugby merupakan cabor berprestasi dan unggulan,” tutupnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?