Jayapura, Nokenlive.com – Tim Futsal PON Papua yang mengikuti Turnamen Asian Futsal Rafhely Specs 2019 di Padang Sumatera Barat harus finis di peringkat keempat, setelah kalah atas dari Pra PON DKI Jakarta dengan skor akhir 5-2 yang berlangsung di Lapangan Rafhely Padang Sabtu, (27/07/2019) malam.
Tim asuhan Daud Arim ini meraih gelar juara keempat tidak tanpa perjuangan, pasalnya babak penyisihan sukses meraih hasil maksimal hingga memasuki babak semifinal. Diperebutan tiket babak final, dewi fortuna lebih berpihak kepada tuan rumah Pra PON Sumbar.
Dimana 2×20 menit hingga perpanjangan waktu 2×3 menit keduanya imbang membuat laga ditentukan oleh adu pinalti, sehingga tuan rumah memenangkan laga dengan skor akhir 5-3. Daud Arim yang dikonfirmasi Nokenlive.com, Senin (29/07) malam mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang sudah berjuang, meskipun hasil ini bukan target yang di inginkan.
“Pemain main sangat luar biasa, mereka bisa tunjukan apa yang selama ini dalam TC berjalan di Jayapura. Meski bukan target saya bangga kepada mereka bisa bersaing dengan tim pra PON lainnya,” kata Daud.
Kendati demikian secara permainan, Yosep Mikus dan kolega mampu menerapkan strategi dan taktik selama menjalani TC berjalan, bahkan bisa bersaing dengan tim-tim dari 34 provinsi se-Indonesia dan ini membukti bahwa tim Futsal PON Papua memiliki kans meraih medali bagi Papua di PON 2020 nantinya.
“Melihat hasil ini saya optimis kita bisa meraih medali nanti di PON 2020, kita berusaha raih emas nanti dengan kemampuan pemain yang di atas rata-rata,” ujarnya.
Hanya saja Mantan pemain Persipura Jayapura ini menyayangkan kinerja KONI Papua yang menurutnya tidak peduli para atletnya ketika mengalami cedera. Pasalnya dalam keikutsertaan turnamen tersebut, tim Futsal PON Papua tidak di dampingi oleh dokter ataupun matri membuat pemain tidak tertangani dengan baik.
Apalagi ketika menjalani tryout maupun kejurnas guna mematangkan persiapan jelang masuk TC Terpusat PON 2020 yang hingga kini belum dilakukan. “Ini yang harus diperhatikan dari KONI Papua, setiap cabor yang ikut try out mereka harus di dampingi dokter atau mantri untuk tangani atlet yang cedera, seperti tidak lihat atlet, kita ini atlet cedera tidak ada mereka jadinya kita rugi tidak bisa bertanding dengan lengkap,” tutupnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?