Jayapura,Nokenlive.com—Pendidikan afirmasi menengah (ADEM) dan pendidikan afirmasi tinggi (ADIK) Papua sebanyak 777 siswa berhasil lulus dan siap diberangkatkan ke Makassar untuk mengikuti pembekalan Wawasan Nusantara selama lima hari di Makasssar.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua melalui Kepala Bidan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Provinsi Papua, Laurens Wantik, M.Pd.SI di Jayapura, Rabu, (17/7/2019)
Sebenarnya, kuota ADEM dan ADIK untuk Papua berjumlah 800 orang, namun yang berhasil lulus sebanyak 777 siswa.
Sebanyak 488 orang merupakan siswa leguler dan 289 siswa adalah mereka yang kami kirim dari Papua ke Jawa-Bali.
Sebanyak 800 calon beasiswa tersebut, yang berhasil lulus hanya 777 siswa yang kami diumumkan hari ini, Rabu, (17/7) secara serentak.
Selanjutnya dia menjelaskan terkait para siswa yang belum lulus seleksi bahwa yang tidak lulus tetap tidak lulus, artinya tidak bisa diganti posisi tanpa alasan apapun.
“Yang bisa diberangkatkan untuk mengikuti pembekalan Wawasan Nusantara selama lima hari di Makassar adalah mereka yang dinayatakn lulus saja. Terkait kelulusan para calon beasiswa tersebut, banyak para orang tua yang keluhkan dengan berbagai argument tetapi tidak bisa kami perbaiki, karena sistemnya memang begitu,”katanya.
Tanggal 28-29 mereka akan berangkat dari Jayapura menuju ke Makassar untuk mengikuti pembekalan Wawasan Nusantara selama lima hari dan kemudian akan dimobilisasi Perguruan Tinggi (PT) masing-masing.
“Di Indonesia terdapat sebanyak 77 Perguruan Tinggi Negeri dari Aceh sampai NTT. Untuk biaya keberangkatan, semua biaya akan mobilisasi oleh Kementerian Pendidikan dari Makassar ke setiap PT masing-masing,”ujarnya.
“Ribuan bahkan ratusan Universitas yang ada di Indonesia, hanya 77 Universitas yang bekerja sama dengan kementerian pendidikan pula Pemerintah Provinsi Papua
Beasiswa jalur Afirmasi ini terdiri dari tiga bagian diantara ADIK untuk Papua, ada afirmasi lagi yaitu 3T untuk pendatang yang lahir di Papua, bukan orang pribumi, yang ketiga adalah Afirmasi TKI untuk orang Indonesia yang kerja di luar Negeri juga harus diafirmasikan,”kata Wantik.
(C. Degei)





Apa komentar anda ?