Jayapura Nokenlive.com – Guna menyukseskan prestasi Papua pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020, dimana berdasarkan permintaan Gubernur Papua menginginkan agar Kontingen Papua bisa berada diperingkat lima besar se-Indonesia.
Dimana test tahapan awal KONI Papua telah melakukan test kesehatan dan fisik bagi seluruh 47 cabang olahraga dengan menggunakan program promosi degradasi untuk menentukan atlet yang siap berprestasi.
“Memang tahun 2017 tidak ada anggaran yang cukup mempersiapkan jadi belum bisa jalan, dan ditahun 2018 ini kita jalan karena sesuai petunjuk Gubernur inginkan Papua harus target 5 besar target,” kata Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya kepada awak media di Jayapura, Senin (08/04/2019) pagi kemarin.
Kendati demikian, sukses prestasi diperlukan peran semua pihak, sehingga Ia meminta agar adanya dukungan pemerintah daerah, PB PON, Disorda dan DPR Papua. “Ini saling terkait semuanya, yang menjadi kendala dari kesiapan infrastruktur banyak venue yang belum rampung, sehingga atlet kesulitan untuk latihan.
“Sarananya harus menunjang bagi atlet, kami terus berkoordinasi dengan pemprov. Kita harus utamakan atlet asli lokal tampil di PON, kalau ada diluar itu mengisi nomor pertandingan lain, dua test kita mau dapat atlet handal didapat 1036 atlet yang diseleksi lagi,” katanya.
Selain atlet, pelatih sangat menentukan keberhasilan dari seorang atlet untuk berprestasi di PON 2020 nantinya. Dimana KONI Papua mengintruksikan agar seluruh cabor harus memiliki pelatih berlisensi Nasional.
“Semua pelatih cabor diminta harus memiliki lisensi Nasional, jangan pelatih bermodalkan pengalaman faktor juara karena perkembangan olahraga lebih kepada iptek terbaru, dan program latihan mereka dengan dibekali pelatihan-pelatihan,” ujarnya.
Dimana pelatihan pemusatan terpusat akan ditangani oleh Pusat Latihan dan Pembinaan Provinsi (Puslatprov) untuk atlet Papua bisa meraih prestasi gemilang pada PON 2020 yang diketuai oleh Kasdam 17 Cenderawasih Irham Waroihan.
“Semuanya wewenang Puslatprov yang tangani. Nanti juga di awal tahun 2020 try out, sementara TC tetap di Jayapura. Kalau ada sarana belum memadai atlet bisa diluar Papua, pembangunan rehap-rehap venue itu penting sekali,” ungkapnya.
“Kita target 78 medali emas itu sudah dilima besar, cabor-cabor harus bisa dapat medali emas, terukur estimasi 29 emas cabor terukur, beladiri 20 emas, 18 emas permainan, penilaian emas 8 , beregu 3 emas,” tutupnya.
(Yod)





Apa komentar anda ?