ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Orang Sentani dan Perahu                                                                                     

Orang Sentani dan Perahu                                                                                     

Oleh : Noken Live
12 Februari 2019
Di Budaya dan Pariwisata
0
perahu tradisional sentani tanpa seman atau penyeimbang/ VJ

perahu tradisional sentani tanpa seman atau penyeimbang/ VJ

Sentani, Nokenlive.com – Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi tranportasi modern saat ini, ancaman kepunahan perahu tradisional Sentani semakin nampak di depan mata, era moderenisasi, tuntutan ekonomi, tingkat mobilisasi manusia dan barang menjadi faktor pemicu masyarakat mengunakan transportasi penyebarangan danau yang lebih praktis, efisien, terjangkau baik dari sisi waktu juga biaya.

Tanpa disadari hal – hal ini yang mengakibatkan pergeseran nilai – nilai dalam pola hidup masyarakat Sentani yang berdampak pada mulai terkikisnya nilai–nilai budaya yang tanpa disadari masyarakat bahwa warisan budaya suku orang Sentani mulai punah seiring berjalannya waktu.

Sedangkan Perahu Tradisional Orang Sentani memilik makna filosofis yang dalam dan nilainya sangat tinggi jika dinilai dari berbagai dimensi seperti ideologi politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Jika dilihat dari ideologi politik dari dimensi yang sempit sebagai sarana dan prasarana, akomodasi dan kepentingan politik dikaitkan dengan  filosofi Perahu Sentani secara fisik tanpa menggunakan seman (penyeimbang) sebagaimana perahu pada umumnya guna menjaga keseimbangan, sehingga secara filosofi politis menjadi karakteristik kuat orang  suku Sentani mampu memainkan peran sebagai penggerak, juga menstabilkan dan dapat menyesuaikan diri dalam mencapai tujuan organisasi.

Dalam dimensi sosial budaya melatih pemuda di kampung untuk hidup bergotong royong bersama-sama ke hutan mencari kayu terbaik yang biasa digunakan untuk membuat perahu kemudian  dikerjakan bersama-sama diselingi dengan lantunan lagu-lagu pemberi semangat dalam bekerja dan ini memiliki seni  tersendiri.

Selain sebagai alat transportasi  masyarakat, perahu ini juga digunakan sebagai sarana penunjang perekonomian masyarakat  yang memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan, yang sejak dulu bagi tiap rumah memiliki perahu tersebut sehingga sangat menunjang  perekonomian masyarakat namun sekarang  perahu – perahu tradisional ini sudah jarang dimiliki warga di tiap-tiap rumah.

Penggalangan pemuda-pemuda terbaik di Kampung di masa itu paling efektif dilakukan melalui pembuatan perahu, berkebun dan atau berburu (Ella) di mana  generasi muda dilatih agar cakap dalam bekerja untuk kemasyuran nama kampung  dan mempertahankan nama besar kampung dan juga menjadi kekuatan kampung guna mempertahankan diri  dari ancaman yang datang  dari dalam maupun luar kampung, namun hal ini sudah jarang dilakukan di kampung-kampung di danau Sentani.

Papua begitu kaya akan nilai kearifan lokal khususnya di Sentani, namun jika kita tidak mempertahankan  jati diri dan budaya kita, maka akan terjadi generasi tanpa budaya yaitu generasi global yang  tanpa sekat dan batasan, yang nantinya nilai – nilai kearifan lokal Sentani terkikis dan punah.

(VJ)

Tags: Perahu sentaniperahu tradisional Sentanisuku Sentani
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Demam Berswa-foto Berlatar Stadion Papua Bangkit

Berita Selanjutnya

BTM Gelar Rapat Dengan Para Ondoafi Se-Port Numbay

Berita Terkait

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua
Budaya dan Pariwisata

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua

Biak Jadi Primadona Arus Lebaran, KSOP Jayapura Catat Lonjakan Penumpang 2026
Budaya dan Pariwisata

Biak Jadi Primadona Arus Lebaran, KSOP Jayapura Catat Lonjakan Penumpang 2026

Dari Pelataran Obhe, Adat Bicara: Hillo Noro–Makheng Noro 2026 Merajut Persatuan Suku Sentani.
Budaya dan Pariwisata

Dari Pelataran Obhe, Adat Bicara: Hillo Noro–Makheng Noro 2026 Merajut Persatuan Suku Sentani.

Arus Mudik Nataru di Pelabuhan Jayapura Naik 28 Persen, KSOP Ungkap Data Lengkap
Budaya dan Pariwisata

Arus Mudik Nataru di Pelabuhan Jayapura Naik 28 Persen, KSOP Ungkap Data Lengkap

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua