Kota Jayapura, Nokenlive.com – Melambungnya harga tiket pesawat pada semua maskapai penerbangan hingga Rp10 juta menjelang Natal dan Tahun Baru membuat sejumlah pemangku kepentingan di Tanah Papua angkat bicara.
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM dalam pernyataannya mengakui bahwa melonjaknya harga tiket pesawat bukan baru tahun ini namun sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya termasuk pada saat liburan anak sekolah dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Orang nomor satu di ibu kota Provinsi Papua ini menilai melonjaknya harga tiket hingga Rp10 juta sangatlah aneh dan tidak wajar.
“Karena kika melihat tingkat inflasi Kota Jayapura 1,7 dan ini sebenarnya tidak ada masalah,” ungkapnya saat dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018).
Menyikapi fakta ini, Benhur meminta Pemerintah Provinsi Papua untuk menyurati Kementerian Perhubungan RI.
“Perlu ada intervensi dari Pemerintah Provinsi Papua. Saya sendiri selaku Wali Kota Jayapura akan menyurati mereka untuk selanjutnya Pemerintah provinsi menyurat Kementerian Perhubungan untuk melihat melonjaknya harga tiket pesawat khususnya di Papua,” cetusnya.
Karena melonjaknya harga tiket pesawat bukan baru kali ini terjadi namun setiap tahun saat liburan sekolah, Hari Raya Idul Fitri, serta Natal dan Tahun Baru seluruh maskapai penerbangan gila-gilaan menaikkan tarif.
“Kasihan rakyat kecil yang ingin pulang berlibur dengan keluarga namun karena melambungnya harga tiket yang boleh dibilang mencekik leher sehingga mereka terpaksa membatalkan niatnya karena tak mampu membeli tiket pesawat,” kecamnya.
Benhur mengaku turut mengamati aktivitas kenaikan harga tiket dengan jumlah penumpang dan banyak pesawat yang kosong.
“Jadi, melambungnya harga tiket ini kemungkinan dilakukan oleh maskapai penerbangan yang beroperasi di Papua,” tegasnya.
(Arc)





Apa komentar anda ?