Sentani, Nokenlive.com – Guna mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dan data elektronik, Pemerintah Kabupaten Jayapura saat ini tengah menjalin kerja sama dengan World Bank dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional untuk mempersiapkan suatu system elektronik yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat.
Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si yang ditemui wartawan di VIP Room Kantor Bupati Jayapura usai teleconference bersama pihak World Bank dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional mengatakan, hal ini perlu dilakukan melihat kondisi geografis di Papua yang secara keseluruhannya masih sangat sulit.
Oleh karena itu dirinya menyebutkan bahwa system elektronik yang ditawarkan oleh World Bank dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional ini sangat perlu diterapkan di Kabupaten Jayapura.
“Sistem elektronik ini akan menjawab beberapa tantangan yang ada dan sekaligus juga tuntutan dunia sekarang bahwa semua harus berbasis IT” kata Mathius Awoitauw, Senin (03/12/2018).
Dirinya juga bersyukur bahwa pihak World Bank dan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional melihat hal ini bisa dimulai dari Kabupaten Jayapura.
“Ini adalah kepercayaan dan penghormatan bagi kami. Dengan adanya penjelasan hari ini sudah sepatutnya kita untuk mempersiapkan diri dan semua harus mendiskusikan serta membicarakan hal ini ” ujar Awoitauw.
Awoitauw juga menuturkan dalam waktu tiga bulan kedepan pihaknya akan didampingi tim dari pusat untuk memastikan serta merancang semua yang diperlukan dalam mempersiapkan hal tersebut.
“Dengan adanya tim dari pusat yang sudah hadir disini, itu berarti kita sudah mendapatkan suatu kesempatan yang luar biasa untuk menjadi pusat teknologi informasi” tuturnya.
Didalam system informasi yang ditawarkan ini Awoitauw juga mengungkapkan bahwa ada satu system yang sedang diperkenalkan yaitu Government Cloud yang mana dapat membantu apabila terjadi masalah di jaringan telekomukasi.
“Jadi dengan ini ada alternative lain yang bisa digunakan serta membantu meskipun system jaringan terputus. Tapi kita di Papua bisa membangun sistem komunikasi tetap jalan dengan bantuan Government Cloud itu. Jadi komunikasi internet di Papua bisa tetap jalan dan saya pikir sampai itu tersambung secara total aktivitas kita dalam berkomunikasi antar kabupaten dan provinsi tidak akan terganggu sedikitpun” ungkap Awoitauw.
Diungkapkannya lagi, data center ini akan mulai dibangun pada tahun 2019 mendatang. Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa apa yang tengah diatur saat ini bukanlah hal yang baru.
Ditanyai soal benefit langsung yang akan dirasakan masyarakat, Awoitauw mengatakan bahwa pihaknya sudah menyatakan siap untuk menerima system ini. Oleh karena itu, setelah hal ini selesai dikerjakan pastinya masyarakat dapat dengan mudah mengakses semua informasi yang ada.
Hal utama yang paling penting menurutnya adalah apa yang telah dikerjakan Pemkab Jayapura di kampung dan distrik dapat lebih mudah lagi dari sebelumnya.
“Karena tahun depan kan distrik akan berjalan sebagai pusat pelayanan public termasuk pusat data juga. Hal itu sudah dirasakan langsung oleh masyarakat jadi kita bersyukur bahwa dengan adanya system informasi ini bahwa semua itu akan menjadi lengkap” tandas Awoitauw.
Ditambahkannya, apa yang sedang dimulai pihaknya ini adalah suatu kerja besar untuk Indonsia kedepan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Dewan Teknologin Informasi dan Komunikasi Nasional, Gerry Firmasnyah mengatakan bahwa Government Cloud ini akan dijadikan suatu infrastruktur atau tulang punggung dalam pelaksanaan suatu system pemerintahan berbasis elektronik.
“Tujuannya adalah memberikan layanan untuk public dengan governmet cloud ini sifatnya fleksibel dan system layanan dari government cloud ini tidak akan terputus” kata Gerry.
Diungkapkannya, pemilihan Kabupaten Jayapura sebagai pilot project karena tantangan geografisnya sangat tinggi, sehingga pihaknya berharap system tersebut selalu handal disegala kondisi.
“Kalaupun dalam tiga bula tidak terjadi sesuatu kita akan mencoba simulasikan disaster terlebih dahulu dan disitu kita buktikan bahwa system itu bisa memberikan layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat juga mendapatkan keuntungan” ujar Gerry.
Dirinya juga menyebutkan bahwa system ini bakal mengakrabkan masyarakat dengan system teknologi informasi yang ada.
“Jadi ini juga bisa digunakan masyarakat, seumpanya fiber optic putus dan segala macam infrastruktur ini juga bisa jadi tulang punggung pengganti pada saat disaster tadi sehingga komunikasi kita tidak pernah terputus” ujarnya.
Dicecar mengenai biaya yang mungkin dikenakan kepada masyarakat dirinya mengungkapkan belum tahu fixnya nanti seperti apa. “Tapi saya bisa memastikan bahwa infrastruktur ini dapat menggantikan system yang ada sekarang. Tapi secara prinsip harusnya tidak ada biaya tambahan untuk masyarakat” pungkasnya. (rie)





Apa komentar anda ?