ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Juni 22, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Di TPI Hamadi Harga Ikan Melonjak Tinggi

Di TPI Hamadi Harga Ikan Melonjak Tinggi

Oleh : Noken Live
25 Oktober 2018
Di Provinsi Papua
0
Ilustrasi / google

Ilustrasi / google

 

Jayapura, Nokenlive.com – Harga Ikan Cakalang/Tongkol di Tempat Pelalangan Ikan (TPI) Hamadi, Kota Jayapura, naik menjadi Rp170.000/ekor untuk ukuran ikan sekitar 5 kilogram (kg).

Azwar, salah satu pedagang ikan di TPI Hamadi, pada Rabu sore, mengungkapkan dalam beberapa hari ini harga ikan cakalang terus meningkat, hal ini dikarenakan jumlah tangkapan nelayan yang sedang menurun.

“Kemarin (23/10), ikan cakalang kita jual Rp135.000/ekor, sekarang naik Rp40.000. Kalau lagi murah perekor paling hanya Rp30.000,” ujarnya.

Sementara Sangkala, yang juga berjualan ikan di TPI Hamadi, menjelaskan sebenarnya saat ini harga ikan hasil tangkapan nelayan cukup stabil karena jumlah rumpon sudah semakin banyak.

Hanya untuk dua jenis ikan, yaitu cakalang dan ekor kuning harganya kerap berfluktuatif tergantung jumlah tangkapan nelayan.

“Contoh hari ini saja, walau cakalang sedang mahal tapi ikan lainnya tidak. Seperti Tenggiri sekarang lumayan murah, perekor sekitar Rp70.000,” kata dia.

Kepala KPw BI Papua, Joko SUpratikto, sempat mengungkapkan inflasi yang terjadi di Jayapura sangat ditentukan oleh hasil ikan tangkap yang jumlahnya sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Menurut dia ikan-ikan tangkap seperti Ekor Kuning sangat digemari oleh masyarakat Jayapura dan harganya cukup fluktuatif tergantung dari hasil tangkapan para nelayan.

“Memang betul ikan yang menjadi pemicu inflasi bukan ikan budi daya dan memang kita belum tahu apakah ikan itu bisa diternakan atau tidak. Karena itu cara yang paling efektif dan bisa dilakukan dalam jangka pendek adalah mendatangkan ikan tersebut dari daerah lain,” ujarnya Budi Suyanto. (NL3)

Tags: kota jayapuraPort NumbayTPI Hamadi
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemprov Rencana Kembangkan Pasar Perbatasan RI PNG

Berita Selanjutnya

Stadion Papua Bangkit Hampir Rampung

Berita Terkait

Resepsi Bulan Bung Karno, BTM Tegaskan Kekuatan PDI Perjuangan Bersumber dari Rakyat
Nasional

Resepsi Bulan Bung Karno, BTM Tegaskan Kekuatan PDI Perjuangan Bersumber dari Rakyat

Kepsek SRT 75 Jayapura: Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat Lewat Dinas Sosial
Pendidikan

Kepsek SRT 75 Jayapura: Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat Lewat Dinas Sosial

Festival Colo Sagu Jadi Seruan Selamatkan Masa Depan Hutan Papua
Politik dan Pemerintahan

Festival Colo Sagu Jadi Seruan Selamatkan Masa Depan Hutan Papua

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wali Kota Jayapura Ajak Warga Berpartisipasi
Kabar Port Numbay

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wali Kota Jayapura Ajak Warga Berpartisipasi

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua