ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Mei 7, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Ratusan Mahasiswa Fisip Uncen Kuliah Lapangan di Doyo Lama

Ratusan Mahasiswa Fisip Uncen Kuliah Lapangan di Doyo Lama

Oleh : Noken Live
18 Oktober 2018
Di Pendidikan
0
Ilustrasi / Google

Ilustrasi / Google

Sentani, Nokenlive.com  – Sebanyak 183 mahasiswa jurusan Antropologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) melakukan kuliah lapangan di Sits Megalitik Tutari, Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis.

Ratusan mahasiswa yang masih duduk pada semester I itu datang dengan menggunakan dua unit bus milik kampus Uncen yang didampingi oleh dosen tamu Hari Suroto yang juga seorang peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Tujuan kuliah lapangan agar para mahasiswa lebih mengenal tentang situs dan artefak yang ada di Papua, tidak saja mereka tahu dari buku atau media lainnya dengan belajar dalam ruangan, ujar Hari.

Menurut dia, dibandingkan dengan kuliah dalam ruangan, kuliah luar lapangan bisa memberikan suasana baru bagi mahasiswa selain tidak bosan, bisa langsung berinteraksi dengan benda yang ingin dipelajari sehingga bisa mendapat pengetahuan baru tentang materi kuliah yang sedang digeluti.

“Di sini para mahasiswa bisa melihat langsung artefak arkeologi berupa batu-batu bergambar dan arca batu di Situs Megalitik. Mereka juga bisa mengamati obyek lukisan prasejarah serta mendiskripsikan lukisan dan lingkungan sekitar,” kata.

Mengenai mata kuliah arkeologi, kata alumnus Universitas Udayana Bali itu, hanya sebagai mata kuliah pengantar Antropologi dari salah satu jurusan yang ada di FISIP Uncen dengan bobot tiga SKS, sehingga belum bisa memberikan pemahaman yang luas terkait tinggalan-tinggalan budaya masa lampau.

“Menurut saya lebih bagus salah satu universitas di Papua atau Papua Barat memiliki program studi Arkeologi, karena di tanah Papua banyak tinggalan masa lampau yang belum terdata dan diteliti dengan baik,” kata Hari Suroto.

Dalam kuliah lapangan ini, ratusan mahasiswa Uncen itu diterima langsung oleh Alfred Marweri yang merupakan juru pelihara Situs Megalitik Tutari sekaligus mengantarkan melihat lebih dekat apa saja benda-benda yang ada di tempat prasejarah tersebut.

Ia mengapresiasi kunjungan dari para mahasiswa Antropolog Uncen, karena dengan begitu Situs Megalitik Tutari akan lebih dikenal oleh para generasi muda Papua, apalagi selama ini pada umumnya masyarakat hanya mengetahui tentang Kampung Doyo Lama dengan Bukit Teletabis-nya, sedangkan keberadaan situs prasejarah ini tidak begitu dikenal.

“Padahal antara Bukit Teletabis dan Situs Megalitik Tutari hanya berjarak beberapa ratus meter yang dipisahkan oleh ruas jalan Sentani-Depapre. Harapannya situs ini makin dikenal sehingga menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Jayapura,” kata Alfred Marweri.

Median Keroman, salah satu mahasiswa Antropologi yang berasal dari Kabupaten Yahukimo mengaku belum mengetahui situs-situs arkeologi yang ada di Bumi Cenderawasih, namun dengan kuliah lapangan yang langsung berkunjung ke Situs Megalitik Tutari akhirnya bisa tahu dan belajar tinggalan budaya masa lampau yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Kalau lulus kuliah nanti saya akan pelajari sejumlah tinggalan-tinggalan masa lalu yang ada di kampung saya di Yahukimo, sehingga bisa saya identifikasikan Kuliah lapangan untuk mata kuliah arkeologi pada jurusan Antropologi FISIP Uncen ini merupakan yang ketiga kali. Sebelumnya pada pada 2016 dan 2017 mahasiswa Uncen berkunjung ke Museum Negeri Provinsi Papua, di Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura dan Situs Srobu di Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura. (NL3)

Tags: Fisip Uncen PapuaMahasiswa Fisip UncenUncen PapuaUniversitas Cendrawasih
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemkab Jayawijaya Agendakan Pembangunan Paud Bahasa Inggris

Berita Selanjutnya

Yunus Wonda Tegaskan Dirinya Tidak Pernah Gunakan Media Sosial

Berita Terkait

ASA SMPN 12 Jayapura Berjalan Lancar, 68 Siswa Ikuti Ujian Berbasis Online
Nasional

ASA SMPN 12 Jayapura Berjalan Lancar, 68 Siswa Ikuti Ujian Berbasis Online

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja
Budaya dan Pariwisata

Lulus 100 Persen, 6 Siswa SNK Pariwisata Papua Langsung Tembus Dunia Kerja

Hari Kedua ASA, SMPN 2 Jayapura Catat Partisipasi Tinggi
Papua Terkini

Hari Kedua ASA, SMPN 2 Jayapura Catat Partisipasi Tinggi

Meresahkan, Polisi Tertibkan Konvoi Pelajar di Nabire
Hukum dan Kriminal

Meresahkan, Polisi Tertibkan Konvoi Pelajar di Nabire

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua