Jayapura, Nokenlive.com – Pemerintah Kota Jayapura mencanangkan bulan oktober sebagai bulan eliminasi penyakit filariasis atau kaki gajah, menuju Kota Jayapura bebas penyakit endemik ini pada tahun 2020 mendatang, di lapangan Apel Kantor Walikota Jayapura, Senin ( 15/10/2018 ).
Pencangan ini ditandai dengan jajaran ASN Pemerintah kota Jayapura secara bersama-sama meminum obat filarias, yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Ir.H.Rustan Saru, MM.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan untuk di wilayah Kota Jayapura sudah tahun ketiga pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah tersebut, dan ditargetkan 65 sampai 100 persen masyarakat dapat terlayani untuk obat pencegahan ini.
“Untuk pencegahan penyakit menular ini, kita memulai nya dari pemberian obat kepada seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura, dan untuk seluruh masyarakat kita tergetkan sekitar 65 hingga 100 persen atau 376.660 jiwa dari jumlah penduduk diKota Jayapura yang kurang lebih 418.518 ribu jiwa tersebut. “ ungkap Kadis Kesehatan Sri Antari.
Lanjut Ni Nyoman, pihak nya telah memulai memberikan obat pencegahaan di sekolah-sekolah dan posyandu serta di 13 puskemas, dirinya mengatakan diKota Jayapura sendiri telah ditemukan sebanyak 20 kasus penderita penyakit kaki gajah dan saat ini tengah di obati.
Dirinya juga mengatakan untuk penderita penyakit berat lainnya serta ibu hamil serta anak dibawah umur 2 tahun serta dewasa diatas 70 tahun tidak diperkenankan meminum obat pencegahaan penyakit kaki gajah ini.
Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan oleh nyamuk yang membawa cacing parasit nemtoda yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema.
Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar(skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. (Uya)





Apa komentar anda ?