ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, April 30, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Disinyalir Ada Calo Lapak di Pasar Phara Sentani

Disinyalir Ada Calo Lapak di Pasar Phara Sentani

Oleh : Noken Live
20 Juni 2018
Di UKM, Bisnis dan Keuangan
0
Tajudin salah satu penjual barang klontongan yang terpaksa membuka lapak di luar pasar Phara/lea

Tajudin salah satu penjual barang klontongan yang terpaksa membuka lapak di luar pasar Phara/lea

Sentani, Nokelive.com – Persoalan di Pasar Phara Sentani, Kabupaten Jayapura, tidak hanya soal tumpukan sampah yang membusuk dan menebar aroma tak sedap ke mana-mana. Namun, masalah lapak juga menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan dengan baik.

Seperti yang dilontarkan salah satu pedagang, H. Tajudin (60), dimana ia mengaku kecewa karena sudah tiga bulan tidak mendapatkan lapak jualan yang laik seperti pedagang lainnya. Padahal, Tajudin adalah pedagang korban kebakaran beberapa tahun lalu, sehingga seharusnya menjadi prioritas untuk menempati lapak.

“Kita ini kan korban kebakaran, pasca kejadian kita direlokasi ke terminal kemudian tiga bulan yang lalu disuruh pindah lagi ke dalam pasar. Tapi saat kita pindah ke areal pasar, justru tidak ada tempat, semua sudah diisi,” ungkap Tajudin, Rabu (20/6/2018).

Tajudin yang kesehariannya menjual kebutuhan pokok ini, terpaksa membuka lapak ala kadarnya di luar bangunan pasar untuk sementara waktu. Di lapak sementara itu, Tajudin menaruh barang-barang jualannya seperti beras, minyak goreng, hingga kue kering.

“Yang bikin sedih itu kalau hujan turun, ya dagangan saya basah, karena lapaknya seadanya dan tidak permanen, ya  saya bangun sesuai kemampuan saya,” ucapnya dengan aksen Bugis yang cukup kental.

Menurut Tajudin, sesuai janji Pemerintah Kabupaten Jayapura pasca kebakaran, seharusnya ia bersama pedagang yang bernasib sama harus mendapatkan lapak di dalam bangunan pasar.

“Tapi begitu sudah, ketika kita mau isi lapak, ada oknum-oknum yang minta bayaran sampai Rp 50 juta, padahal tempatnnya sudah disediakan,” ungkapnya.

Yang mengherankan Tajudin dan kawan-kawan pedagang korban kebakaran lainnya, yakni ada orang-orang dari luar yang tiba-tiba menjadi pedagang didalam bangunan Pasar Phara tersebut.

“Heran sekali, mereka itu orang dari luar loh. Padahal kita ini yang harusnya diutamakan,” keluhnya.

Ia dan pedagang lainnya sudah sering mengadukan nasibnya kepada Pemkab Jayapura, namun pihak Pemerintah sepertinya lamban dalam merespon persoalan ini.

“Sudah sering kita naik ke Kantor Bupati Jayapura, tapi responnya macam lambat sekali. Yang selalu mereka katakan bahwa kami harus sabar dan sabar dan menunggu pembangunan berikutnya,” katanya.

Tajudin kuatir ketika pembangunan pasar dilakukan ditahap berikutnya, ia dan pedagang korban kebakaran justru akan mengalami nasib yang sama seperti sekarang ini. Tajudin hanya minta ketegasan pemerintah untuk menangani oknum-oknum pengurus pasar yang diduga bertindak sebagai calo.

“Selama masih ada calo, saya tidak yakin akan dapat lapak. Palingan di jual ke orang-orang baru. Saya sudah korban uang tidak sedikit, timbun tanah ini, dan itu. Tapi hak saya dan teman-teman masih tetap diabaikan,” tuturnya.

Tak hanya menertibkan calo, Tajudin juga meminta instansi terkait untuk mengawasi pemberian lapak kepada pedagang.

“Harus sesuai dengan data, jangan sampai nama didata lain, yang jualan lain,” tandasnya. (lea)

Tags: kabupaten jayapurapasar phara sentani
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pemuda Protes Aksi Goyang Patola di FDS

Berita Selanjutnya

H+3 Lebaran Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Biak

Berita Terkait

Pemprov Papua Pegunungan Kumpulkan 8 Kabupaten, Cari Solusi Tekan Harga Kebutuhan Pokok
Papua Pegunungan

Pemprov Papua Pegunungan Kumpulkan 8 Kabupaten, Cari Solusi Tekan Harga Kebutuhan Pokok

Pemkab Yalimo Latih 35 OAP Jadi Wirausaha Tangguh, Dorong Ekonomi Lokal Yang Mandiri
Kabar Daerah

Pemkab Yalimo Latih 35 OAP Jadi Wirausaha Tangguh, Dorong Ekonomi Lokal Yang Mandiri

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua
Budaya dan Pariwisata

Wagub : Sagu Bukan Sekadar Pangan, Tapi Identitas dan Kekuatan Ekonomi Papua

IKM Jayapura Tumbuh 4 Persen, 100 Pelaku Usaha Dibina pada 2026
Kabar Daerah

IKM Jayapura Tumbuh 4 Persen, 100 Pelaku Usaha Dibina pada 2026

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua