ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pemprov NAD Studi Banding Program BANGGA Papua

Pemprov NAD Studi Banding Program BANGGA Papua

Oleh : Noken Live
26 Maret 2019
Di Provinsi Papua
0
Studi banding dan kunjungan kerja Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam (NAD) di Provinsi Papua

Studi banding dan kunjungan kerja Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam (NAD) di Provinsi Papua

Jayapura, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) menggelar studi banding selama  tiga hari  di Pemerintah Provinsi Papua  terkait pelaksanaan program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (BANGGA PAPUA).

Keberhasilan Pemerintah Provinsi Papua mengelola pelaksanaan program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (BANGGA PAPUA), membuat kedua daerah yang sama-sama mendapat dana Otsus dari Pemerintah Pusat  saling berbagi.

Studi banding dan kunjungan kerja Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam (NAD) ini di ikuti sebanyak  20 orang, sedangkan  Pemerintah Provinsi Papua masing-masing Kepala Dinas dan Staf yang berlangsung di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Selasa (26/3/2019).

Studi banding Pemprov NAD dan Papua

1 dari 4
- +

1.

2.

3.

4.

Sekretaris  Badan Pengelola Keuangan Provinsi NAD  M. Nasir mengatakan,  studi banding terkait pelaksanaan progran Bangga Papua ini bertujuan.

Pertama,     menjadi sarana pembelajaran berbagai komponen perencanaan dan pelaksanaan progran BANGGA PAPUA, khususnya dalam hal pendataan  dan pelaksanaan pelaporan monitoring dan evaluasi program, termasuk strategi komunikasi dan pengelolaan sistem informasi mengenai program.

Kedua, membentuk dan menemukan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NAD dan Pemerintah Provinsi Papua dalam mensukseskam pelaksanan dan perencanaan program perlindungan sosial yang didanai secara  lengkap, khususnya di Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya.

Asisten III  Bidang Umum Sekda Papua Elly F Auri    menjelaskan, Pemerintah Provinsi NAD menggelar studi banding terkait pelaksanaan progran Bangga Papua, untuk melihat program Bangga Papua, mereka ingin belajar untuk bisa melakukan yang sama di Provinsi NAD, khususnya  di Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya.

Program Bangga Papua saat ini telah dilakukan pada tiga Kabupaten sebagai proyek perontohan (pilot project)yakni Kabupaten Asmat, Paniai dan Lany Jaya. Program Bangga Papua ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua seperti bidang kesehatan.

“Sesuai dengan kebijakan Gubernur kita sudah melakukan untuk melihat kondisi dari Balita 0 – 4 tahun dalam rangka peningkatan kesejahteraan,” kata Elysa.

Menurut Auri, jika di Aceh sudah melakukan program untuk Lanjut Usia (Lansia) diatas 70 tahun, diharapkan dengan adanya pertukaran informasi antara program Bangga Papua, Pemerintah Provimsi NAD dapat mengadopsi program Bangga Papua.

“Kita juga bisa mengadopsi program usia Lansia diatas 70 tahun dari pemerintah Aceh, ini merupakan pertukarakan informasi antara provinsi Papua dan Aceh, ini sangat baik karena kita sama – sama mendapat Otsus sehingga menjadi satu refrensi untuk dapat dilakukan di kabupaten Sabang,” tandasnya.

Hasil pelaksanaan program Bangga Papua pada tiga Kabupaten diantaranya, Kabupaten Asmat, Lanny Jaya dan Paniai yang selama ini berhasil mengangkat kesejahteraan keluarga.

“Sebenarnya tahun 2019 ini ada 11 Kabupaten yang mendapat proram Bangga Papua, tapi karena ada kebijakan Gubernur Papua, sehingga hanya dilakukan di tiga Kabupaten,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan program pak gubernur ini dapat memberikan satu dampak untuk yang positif bagaimana hidup orang Papua dari sisi kesehatan, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi melalui program Bangga Papua,” ujarnya.

(BM)

Tags: Pemprov NADPemprov PapuaStudi Banding
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Ujian Nasional SMK di Papua Gunakan Dua Sistem

Berita Selanjutnya

Polisi Gagalkan Penyeludupan 5.050 Ekor Kura–Kura Moncong Babi

Berita Terkait

Menteri Abdul Mu’ti: Bahasa Daerah Wajib Dilestarikan, Papua Punya Kekayaan Bahasa Terbesar
Provinsi Papua

Menteri Abdul Mu’ti: Bahasa Daerah Wajib Dilestarikan, Papua Punya Kekayaan Bahasa Terbesar

Pemkot Jayapura Mulai Sosialisasikan Penggunaan KKPD Bekerja Sama dengan Bank Papua
Papua Terkini

Pemkot Jayapura Mulai Sosialisasikan Penggunaan KKPD Bekerja Sama dengan Bank Papua

Pemkot Jayapura Rencana Tata Ulang Pasar Induk Regional Youtefa
Provinsi Papua

Pemkot Jayapura Rencana Tata Ulang Pasar Induk Regional Youtefa

Hingga September 2026, Realisasi PAD Kota Capai 77,79 Persen, Kaban: Optimis Bisa Over Target
Provinsi Papua

Hingga September 2026, Realisasi PAD Kota Capai 77,79 Persen, Kaban: Optimis Bisa Over Target

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua