Jayapura, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) menggelar studi banding selama tiga hari di Pemerintah Provinsi Papua terkait pelaksanaan program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (BANGGA PAPUA).
Keberhasilan Pemerintah Provinsi Papua mengelola pelaksanaan program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera (BANGGA PAPUA), membuat kedua daerah yang sama-sama mendapat dana Otsus dari Pemerintah Pusat saling berbagi.
Studi banding dan kunjungan kerja Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam (NAD) ini di ikuti sebanyak 20 orang, sedangkan Pemerintah Provinsi Papua masing-masing Kepala Dinas dan Staf yang berlangsung di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Dok II, Jayapura, Selasa (26/3/2019).
Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Provinsi NAD M. Nasir mengatakan, studi banding terkait pelaksanaan progran Bangga Papua ini bertujuan.
Pertama, menjadi sarana pembelajaran berbagai komponen perencanaan dan pelaksanaan progran BANGGA PAPUA, khususnya dalam hal pendataan dan pelaksanaan pelaporan monitoring dan evaluasi program, termasuk strategi komunikasi dan pengelolaan sistem informasi mengenai program.
Kedua, membentuk dan menemukan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NAD dan Pemerintah Provinsi Papua dalam mensukseskam pelaksanan dan perencanaan program perlindungan sosial yang didanai secara lengkap, khususnya di Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya.
Asisten III Bidang Umum Sekda Papua Elly F Auri menjelaskan, Pemerintah Provinsi NAD menggelar studi banding terkait pelaksanaan progran Bangga Papua, untuk melihat program Bangga Papua, mereka ingin belajar untuk bisa melakukan yang sama di Provinsi NAD, khususnya di Kabupaten Sabang dan Aceh Jaya.
Program Bangga Papua saat ini telah dilakukan pada tiga Kabupaten sebagai proyek perontohan (pilot project)yakni Kabupaten Asmat, Paniai dan Lany Jaya. Program Bangga Papua ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua seperti bidang kesehatan.
“Sesuai dengan kebijakan Gubernur kita sudah melakukan untuk melihat kondisi dari Balita 0 – 4 tahun dalam rangka peningkatan kesejahteraan,” kata Elysa.
Menurut Auri, jika di Aceh sudah melakukan program untuk Lanjut Usia (Lansia) diatas 70 tahun, diharapkan dengan adanya pertukaran informasi antara program Bangga Papua, Pemerintah Provimsi NAD dapat mengadopsi program Bangga Papua.
“Kita juga bisa mengadopsi program usia Lansia diatas 70 tahun dari pemerintah Aceh, ini merupakan pertukarakan informasi antara provinsi Papua dan Aceh, ini sangat baik karena kita sama – sama mendapat Otsus sehingga menjadi satu refrensi untuk dapat dilakukan di kabupaten Sabang,” tandasnya.
Hasil pelaksanaan program Bangga Papua pada tiga Kabupaten diantaranya, Kabupaten Asmat, Lanny Jaya dan Paniai yang selama ini berhasil mengangkat kesejahteraan keluarga.
“Sebenarnya tahun 2019 ini ada 11 Kabupaten yang mendapat proram Bangga Papua, tapi karena ada kebijakan Gubernur Papua, sehingga hanya dilakukan di tiga Kabupaten,” katanya.
“Mudah-mudahan dengan program pak gubernur ini dapat memberikan satu dampak untuk yang positif bagaimana hidup orang Papua dari sisi kesehatan, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi melalui program Bangga Papua,” ujarnya.
(BM)









Apa komentar anda ?