ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Mei 11, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » SAKIP Wilayah III Berhasil Hemat Anggaran Rp 6,9 Triliun

SAKIP Wilayah III Berhasil Hemat Anggaran Rp 6,9 Triliun

Oleh : Noken Live
19 Februari 2019
Di Nasional
0
Para peserta dari Papua dan Papua Barat saat penyerahan SAKIP

Para peserta dari Papua dan Papua Barat saat penyerahan SAKIP

Makassar, Nokenlive.com – Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di wilayah III bagi 186 Pemerintah daerah mampu menghemat anggaran sebesar  Rp 6,9 triliun dalam tahun 2018.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, mengatakan penghematan ini diperoleh melalui cross cutting program yang kurang sesuai, untuk kemudian dialihkan melalui refocusing program sehingga anggaran tepat sasaran.

“Penghematan anggaran terjadi dengan dihapusnya sejumlah kegiatan yang tidak penting dan yang tidak mendukung kinerja instansi,” kata MenPAN-RB, Syafruddin dalam acara penyampaian Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja dan SAKIP Award, di Makassar, Selasa (18/2/2019).

Menurut Syafruddin, melalui SAKIP, paradigma kinerja pemerintah diubah, bukan lagi hanya melakukan program yang dianggarkan, tetapi cara paling efektif dan efisien mencapai sasaran. Efisiensi atau penghematan yang berhasil dicapai dengan SAKIP, bukanlah kebocoran.

“Jadi, penyerahan hasil evaluasi SAKIP bukan menjadi ajang menang atau kalah, bukan juga menjadi sebuah kompetisi tentang angka dan nilai, namun lebih dari itu sebagai sebuah milestone atau peninggalan para abdi negara dalam menciptakan perubahan kinerja,” ujarnya.

Menteri juga mengajak kepala daerah untuk tidak lagi bekerja hanya untuk membuat laporan atau hanya untuk menyerap anggaran, namun sekarang waktunya bekerja fokus dari hulu ke hilir program.

“Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, tetapi juga penerapan manajemen berbasis kinerja, karena perjuangan itu tidaklah berhenti disini, melainkan terus memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi di tahun mendatang,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang RB Kunwas Kementerian PAN-RB, M. Yusuf Ateh, mengatakan hasil evaluasi yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah bertujuan untuk mengukur perkembangan implementasi SAKIP serta melakukan pembinaan yang berkesinambungan.

“Iya, Kementerian PANRB setiap tahunnya melaksanakan evaluasi atas implementasi SAKIP pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” kata Yusuf.

Dalam mewujudkan efisiensi dalam birokrasi, tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun anggaran berjalan saja, sebagaimana praktek yang selama ini terjadi.

“Efisiensi harus dibangun secara sistemik, bukan melalui kebijakan-kebijakan temporer(bersifat sementara-red) yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Yusuf, Efisiensi harus dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak pertama kali birokrasi merencanakan hasil / kinerjanya, sebagaimana prinsip akuntabilitas berorientasi hasil yang menjadi amanat Undang-Undang.

Penyerahan hasil evaluasi SAKIP kali ini diperuntukkan bagi 186 pemda di wilayah III yang terdiri dari seluruh 174 pemerintah Kabupaten / Kota dan 12 Pemerintah Provinsi se – Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Dearah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

“Untuk mendorong percepatan pelaksanaan akuntabilitas kinerja, tahun 2018 pihaknya melakukan bimbingan teknis dan asistensi kepada 83 kementerian/ lembaga dengan 418 unit kerja, 34 pemerintah provinsi dengan 1027 OPD, dan 518 Kabupaten/Kota dengan 20.756 OPD,” katanya.

(BM)

Tags: cross cutting programSAKIP Wilayah III
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Polri Gunakan Cara Baru Atasi Kasus Pelanggaran Lalu Lintas

Berita Selanjutnya

Kasus DJM, Penyidik Limpahkan Berkas Lengkap Ke Kejati Papua

Berita Terkait

Polres Dogiyai Pastikan Pelaku Tewas Saat Kontak Tembak Terafiliasi KKB Kodap XI Odiyai
Hukum dan Kriminal

Polres Dogiyai Pastikan Pelaku Tewas Saat Kontak Tembak Terafiliasi KKB Kodap XI Odiyai

Persipura Dibubarkan Sementara, Owen Rahadian Pastikan Tim Kembali Juni 2026 dengan Wajah Baru
Kabar Daerah

Persipura Dibubarkan Sementara, Owen Rahadian Pastikan Tim Kembali Juni 2026 dengan Wajah Baru

Pemkab Yalimo Percepat Pembangunan, Kunjungan Velix Wanggai Jadi Momentum Strategis
Kabar Daerah

Pemkab Yalimo Percepat Pembangunan, Kunjungan Velix Wanggai Jadi Momentum Strategis

Ricuh Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, 3 Truk Polisi, Ambulans Dibakar, Puluhan Kendaraan Warga Hilang Dan Dibakar
Hukum dan Kriminal

Ricuh Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa FC, 3 Truk Polisi, Ambulans Dibakar, Puluhan Kendaraan Warga Hilang Dan Dibakar

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua