NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat berupaya mengubah mekanisme penyaluran bantuan biaya pendidikan gratis pada 2027, dengan mentransfer bantuan langsung ke rekening peserta didik sebagai bagian dari perbaikan tata kelola program.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, mengatakan perubahan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan yang sebelumnya diberikan melalui hibah kepada sekolah.
“Program pendidikan gratis ini merupakan program prioritas gubernur sekaligus janji politik beliau. Karena itu, kami menerjemahkannya dalam kebijakan melalui pemberian BOSDA kepada sekolah-sekolah,” kata Nurhaidah kepada jurnalis Noken Live di Ball Room Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).
Program tersebut mulai berjalan pada 2025 dengan sasaran SMA dan SMK. Pada 2026, pemerintah memperluas cakupannya sehingga menjangkau jenjang SMP, SMA, dan SMK, baik negeri maupun swasta.
“Pada tahun ini pembiayaannya masih dalam bentuk hibah ke sekolah-sekolah. Namun, ada koreksi dari KPK sehingga tata kelolanya harus diperbaiki. Untuk 2027, kami mengupayakan bantuan bisa langsung ditransfer ke rekening anak,” ujarnya.
Nurhaidah menjelaskan perubahan mekanisme tersebut diharapkan memperkuat transparansi sekaligus memastikan bantuan pendidikan diterima oleh peserta didik yang menjadi sasaran program pemerintah.
Menurutnya, perbaikan tata kelola juga menjadi bagian penting untuk memastikan penggunaan dana pendidikan sesuai ketentuan dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Jadi, bukan hanya bagaimana anggaran disalurkan, tetapi bagaimana anak-anak bisa memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya,” katanya.
Pemerintah provinsi berharap perubahan mekanisme penyaluran pada 2027 dapat memperkuat pelaksanaan pendidikan gratis sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.
Vanny Janggo





Apa komentar anda ?