NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp77,8 miliar untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau BOSDA dalam mendukung pelaksanaan program pendidikan gratis pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, menjelaskan BOSDA merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menerjemahkan program prioritas gubernur di sektor pendidikan.
“Bantuan BOSDA diberikan kepada sekolah berdasarkan jumlah siswa. Jadi, besarannya bervariasi karena disesuaikan dengan jumlah peserta didik di masing-masing sekolah,” kata Nurhaidah kepada jurnalis Noken Live di Ball Room Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan operasional sekolah yang belum terakomodasi melalui BOS dari pemerintah pusat, termasuk pembiayaan tenaga pendidik sesuai ketentuan.
“BOS pusat sudah memiliki petunjuk teknis penggunaan. Kebutuhan yang belum terakomodasi melalui BOS pusat itulah yang dapat didukung melalui BOSDA,” ujarnya.
Selain BOSDA, pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran untuk bantuan pendidikan mahasiswa dan pendampingan guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru atau PPG.
Nurhaidah menyebutkan bantuan mahasiswa diperkirakan mencapai sekitar Rp45 miliar, sedangkan anggaran pendampingan PPG disebut berada pada kisaran Rp17 miliar.
“Anggaran pendidikan gratis ini masih perlu kami rangkum kembali supaya tidak salah menyampaikan angka kepada masyarakat. Kami ingin seluruh pembiayaan bisa dijelaskan secara tepat,” katanya.
Pemerintah provinsi berharap pemanfaatan Dana Otonomi Khusus melalui program pendidikan dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak Papua Tengah serta memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Vanny Janggo





Apa komentar anda ?