ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, November 6, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Harga Semen Rp2,8 Juta per Sak, Sekda Puncak Minta Perhatian Khusus Pemerintah Provinsi

Harga Semen Rp2,8 Juta per Sak, Sekda Puncak Minta Perhatian Khusus Pemerintah Provinsi

Oleh : Surya Balubun
6 November 2026
Di Papua Tengah
0
Harga Semen Rp2,8 Juta per Sak, Sekda Puncak Minta Perhatian Khusus Pemerintah Provinsi

Keterangan: Sekda Puncak, Nenu Tabuni, mendampingi Bupati Elvis Tabuni pada Raker Bupati se-Papua Tengah di Nabire. (Foto: Lisa)

NABIRE, Nokenlive.com – Tingginya biaya transportasi dan harga material pembangunan menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Bahkan, harga semen di wilayah tersebut dilaporkan mencapai Rp2,8 juta per sak. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Puncak meminta perhatian khusus serta dukungan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, saat memaparkan program prioritas dan berbagai kendala pembangunan daerah dalam Rapat Kerja Gubernur Papua Tengah bersama para kepala daerah se-Papua Tengah, Kamis (5/11/2026), di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Sekda Nenu menjelaskan, dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, enam kabupaten berada di wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang memiliki tantangan tersendiri. Sementara Kabupaten Nabire dan Mimika menjadi dua wilayah yang memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan pembangunan.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi enam kabupaten di wilayah pegunungan, termasuk Kabupaten Puncak, hampir sama, yakni keterbatasan transportasi, tingginya harga kebutuhan pokok dan material bangunan, serta gangguan stabilitas keamanan.

“Pertama, masalah transportasi. Kami dari Timika menuju Puncak hanya bisa melalui pesawat. Ini menjadi tantangan bagi kami, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, sehingga kolaborasi sangat penting ke depan,” ungkap Nenu.

Ia mengatakan, ketergantungan terhadap transportasi udara berdampak langsung terhadap biaya distribusi barang yang akhirnya menyebabkan harga kebutuhan masyarakat dan material pembangunan menjadi sangat mahal.

Salah satu contoh yang disampaikan Nenu adalah harga semen di Kabupaten Puncak yang saat ini mencapai Rp2,8 juta per sak.

“Kabupaten Puncak mengalami tingkat kemahalan yang luar biasa. Salah satu contoh adalah semen, satu sak semen hari ini Rp2.800.000. Jadi, semua barang mahal,” tegasnya.

Selain persoalan transportasi dan kemahalan harga barang, Nenu juga menyoroti gangguan stabilitas keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak.

Ia mengungkapkan, beberapa hari sebelum pelaksanaan rapat kerja tersebut, pemerintah daerah menerima laporan masyarakat terkait adanya konflik di salah satu distrik di wilayah Ilaga Utara.

Pemerintah daerah, kata dia, masih melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mengetahui perkembangan situasi sebelum menetapkan langkah penanganan lebih lanjut.

Menurut Nenu, persoalan keamanan menjadi salah satu hambatan serius dalam pelaksanaan pembangunan, terutama pekerjaan infrastruktur yang membutuhkan mobilisasi tenaga kerja, material, dan peralatan ke wilayah distrik.

Ia mencontohkan rencana peningkatan jalan dari Ilaga menuju Sinak yang membutuhkan koordinasi dengan aparat keamanan agar proses pembangunan dapat berjalan aman.

“Kami berada di daerah ini maju kena, mundur kena. Ketika pemerintah kabupaten mau bekerja membangun jalan atau fasilitas pendidikan, semuanya membutuhkan koordinasi dengan aparat keamanan. Ini juga menjadi persoalan karena biaya yang dibutuhkan sangat tinggi,” jelasnya.

Nenu menambahkan, sejumlah jalur konektivitas antarwilayah pegunungan sebenarnya telah terbuka, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas jalan, pengerasan, hingga pengaspalan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia berharap pemerintah provinsi bersama para bupati dapat membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, kementerian terkait, masyarakat, serta aparat TNI-Polri untuk mempercepat pembangunan konektivitas antarwilayah.

Di sisi lain, Nenu mengungkapkan bahwa kemampuan anggaran Kabupaten Puncak setiap tahun berkisar Rp1,3 triliun hingga Rp1,5 triliun. Sementara kebutuhan pembangunan di daerah pegunungan membutuhkan biaya besar akibat kondisi geografis, transportasi, dan keamanan.

Ia berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam menyusun kebijakan pembangunan serta memperjuangkan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat.

“Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi untuk berkolaborasi dengan para bupati dan membicarakannya bersama pemerintah pusat maupun kementerian. Sebab, dampaknya dirasakan langsung pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Nenu menegaskan, pemerintah Kabupaten Puncak tetap berupaya menjalankan program prioritas daerah meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Salah satunya melalui program Puncak Cerdas yang menjadi program unggulan Bupati Elvis Tabuni bersama Wakil Bupati Naftali Akawal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 2025 dengan menggandeng sejumlah yayasan pendidikan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak asal Kabupaten Puncak melanjutkan pendidikan di berbagai daerah hingga luar negeri.

Selain pendidikan, pemerintah daerah juga terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun, termasuk pelayanan tindakan operasi.

Nenu berharap dukungan dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah pegunungan, sehingga pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Puncak dapat terus ditingkatkan.

(Lisa)

Tags: Harga Semen MahalKabupaten PuncakNenu TabuniRaker Bupati se- Papua TengahSekda Puncak
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Sabet Penghargaan Kemenkes RI 2026, Pemkot Jayapura Kian Mantap Basmi AIDS, TBC, dan Malaria

Berita Selanjutnya

Rakor Gubernur Bersama Para Bupati Se-Papua Tengah, Bupati Elvis Tabuni Laporkan Kondisi Pemerintahan Puncak

Berita Terkait

MAPEGA Dorong Guru Asli Daerah Mengabdi di Kampung Sendiri
Papua Tengah

MAPEGA Dorong Guru Asli Daerah Mengabdi di Kampung Sendiri

BOSDA Rp77,8 Miliar Dukung Pendidikan Gratis Papua Tengah
Papua Tengah

BOSDA Rp77,8 Miliar Dukung Pendidikan Gratis Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah: Bantuan Pendidikan Gratis Langsung ke Rekening Siswa
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah: Bantuan Pendidikan Gratis Langsung ke Rekening Siswa

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Sekolah Negeri Tidak boleh Pungut Biaya
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah Tegaskan Sekolah Negeri Tidak boleh Pungut Biaya

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua