PUNCAK, Nokenlive.com – Aksi penganiayaan sadis menggunakan senjata tajam gegerkan warga Kompleks Pasar Kago, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026) sore. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Muchsin Muchtar kritis setelah ditikam orang tak dikenal (OTK) tepat di bagian leher.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.02 WIT tersebut membuat korban harus dilarikan ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pisau sepanjang sekitar 47 sentimeter dilaporkan masih tertancap di leher korban saat dibawa ke rumah sakit.
Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, S.H., S.I.K., membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengumpulkan barang bukti.
“Anggota langsung bergerak merespons ke TKP, meminta keterangan para saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengusut kasus ini,” kata AKBP Domingos.
Berdasarkan informasi awal, penikaman terjadi saat korban sedang duduk di atas sepeda motor di depan rumahnya. Pelaku diduga mendekati korban dari arah belakang, kemudian secara tiba-tiba menusukkan senjata tajam ke bagian leher.
Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri. Korban tidak sempat mengenali wajah maupun identitas pelaku karena serangan berlangsung mendadak.
Dalam kondisi terluka, korban berteriak meminta pertolongan. Dua warga setempat, Mamat dan Ahmad, kemudian membantu mengevakuasi korban ke RSUD Ilaga menggunakan sepeda motor.
Dalam penanganan kasus ini, polisi mengidentifikasi sebilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 47 sentimeter yang diduga digunakan untuk menyerang korban.
Selain itu, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, yakni jaket berwarna navy, celana jeans, dan baju hitam.
Satreskrim Polres Puncak kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, mendalami motif penyerangan, serta menelusuri keberadaannya.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung guna mengungkap kasus penikaman yang menyebabkan seorang ASN terluka serius tersebut.
(Lisa)





Apa komentar anda ?