YALIMO, nokenlive.com — Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, mengungkapkan bahwa gagasan mengenai kemandirian Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) telah dibicarakan bersama para kader gereja sejak 2025. Gagasan tersebut diarahkan untuk mendorong gereja memiliki perencanaan yang jelas dan mampu menjalankan pelayanan secara berkelanjutan tanpa selalu bergantung pada bantuan pihak lain.
Pernyataan itu disampaikan Nahor dalam sambutannya pada ibadah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-63 di Pass Valley, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kemandirian gereja perlu dibangun melalui perencanaan program yang matang, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta keterlibatan seluruh unsur jemaat dalam mendukung pelayanan.
“Pada tahun 2025, waktu itu kami sudah sepakat bahwa gereja GJRP harus memikirkan kemandirian. Kita harus berpikir lebih ke depan tentang bagaimana mendukung gereja agar dapat berkembang dan menjalankan pelayanannya dengan baik,” ungkap Nahor.
Ia menilai, kekuatan iman perlu berjalan beriringan dengan semangat kebersamaan dan kemampuan mengelola sumber daya. Dengan demikian, gereja tidak hanya memiliki fondasi spiritual yang kuat, tetapi juga kapasitas untuk merencanakan dan melaksanakan program pelayanan sesuai kebutuhan jemaat.
Nahor juga menekankan bahwa dukungan dana perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya. Setiap program harus direncanakan secara terarah agar sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi pelayanan gereja.
Dalam momentum peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Yalimo turut menyampaikan dukungan melalui bantuan Rp1 miliar bagi panitia HUT Pekabaran Injil ke-63.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemandirian GJRP, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun tata kelola gereja yang lebih terencana dan berkelanjutan.
(Tundemin – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?