YALIMO, nokenlive.com — Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, memimpin aksi lima menit sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kemandirian jemaat Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP). Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-63 di Pass Valley, Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Rabu (28/10/2026).
Melalui gerakan tersebut, Nahor mendorong seluruh unsur gereja dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam membangun pelayanan yang mandiri, baik melalui dukungan sumber daya maupun keterlibatan aktif dalam kegiatan jemaat.
Menurut Nahor, kemandirian gereja membutuhkan komitmen bersama dan tidak dapat hanya bergantung pada dukungan pemerintah atau pihak lain. Setiap anggota jemaat diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menekankan bahwa penguatan pelayanan gereja perlu disertai pengelolaan sumber daya yang baik, perencanaan program yang terarah, serta penggunaan dana secara bertanggung jawab.
Gerakan kemandirian tersebut juga diharapkan menjadi dorongan bagi para pendeta, majelis, diaken, kader gereja, dan seluruh warga jemaat untuk memperkuat kebersamaan dalam menjalankan program pelayanan.
Dalam momentum peringatan tersebut, Nahor mengajak seluruh elemen GJRP untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan gerakan kemandirian sebagai komitmen nyata dalam kehidupan bergereja.
Dengan semangat kebersamaan, GJRP diharapkan semakin mampu mengelola sumber dayanya sendiri, memperkuat pelayanan kepada jemaat, serta membangun fondasi gereja yang mandiri dan berkelanjutan.
(Tundemin – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?