TIMIKA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru ngaji sekaligus memperkuat peran mereka dalam membangun generasi berkarakter dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Upgrading Guru Ngaji yang diselenggarakan Forum Muballigh Imam dan Guru Ngaji (FORMIGG) Kabupaten Mimika di Hotel Horison Diana, Timika, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua FORMIGG juga menyerahkan dokumen database guru ngaji se-Kabupaten Mimika kepada Bupati Johannes Rettob sebagai bagian dari upaya pendataan tenaga pengajar keagamaan.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong kerja sama lintas sektor untuk mendukung kesejahteraan guru ngaji, termasuk melalui akses jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan lewat program BPJS.
“Kita akan dorong dari beberapa sisi agar semua orang saling menghargai dan menghormati tanpa memandang status. Pemerintah provinsi bersama kabupaten siap memback-up program pengajaran ini agar berkembang dengan baik,” ujar Meki Nawipa.
Menurutnya, peningkatan kapasitas guru ngaji sangat penting untuk melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan peran guru ngaji dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika akan menjadi tuan rumah Konferensi Kota Toleran se-Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan mendukung suksesnya agenda nasional tersebut.
“Kegiatan ini sangat tepat sejalan dengan posisi Mimika yang akan menjadi tuan rumah konferensi nasional kerukunan antarumat beragama. Mari kita dukung bersama demi membawa nama baik daerah di kancah nasional,” kata Johannes Rettob.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap guru ngaji semakin berperan dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat toleransi, serta menjaga keharmonisan masyarakat di Papua Tengah.
(ANAS)







Apa komentar anda ?