JAYAPURA, Nokenlive.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol mengambil langkah cepat untuk membantu mahasiswa asal Yahukimo yang mengalami persoalan tempat tinggal di Kota Studi Manokwari.
Ones menyatakan siap menanggung tunggakan biaya kontrakan mahasiswa Yahukimo selama dua tahun agar mereka dapat kembali menempati tempat tinggalnya dan melanjutkan aktivitas perkuliahan dengan tenang.
Hal tersebut disampaikan Ones Pahabol saat dikonfirmasi media ini, Selasa (6/10/2026).
Menurut Ones, biaya kontrakan mahasiswa tersebut mencapai sekitar Rp100 juta per tahun. Dengan adanya tunggakan selama dua tahun, total anggaran yang harus diselesaikan mencapai sekitar Rp200 juta.
“Ya, per tahun tidak terlalu banyak, Rp100 juta satu tahun. Berarti untuk dua tahun saya selesaikan total Rp200 juta,” ujar Ones.
Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik rumah yang selama ini ditempati mahasiswa Yahukimo di Manokwari.
“Sudah kami koordinasi dengan pihak rumah sewaan. Hari ini mereka masuk,” katanya.
Selain bantuan dana Rp200 juta, Wagub Ones Pahabol juga mengirim bantuan bahan makanan (Bama) selama beberapa hari mahasiswa Yahukimo mengungsi ke Gejera GIDI di kota studi Manokwari.
Dengan pembayaran tersebut, Ones berharap mahasiswa dapat kembali ke kontrakan dan tidak lagi terganggu persoalan tempat tinggal.
“Penting, karena masa depan setelah kami adalah mereka yang akan jadi pemimpin. Saya pikir itu. Jadi mereka penting,” tegasnya.
Ones menjelaskan, bantuan tersebut diberikan melalui operasional pribadi. Ia tidak ingin persoalan mahasiswa semakin berlarut jika harus menunggu penganggaran dari pemerintah.
“Pemerintah anggaran tahun ini kan tahun yang menutup anggaran. Jadi kalau kami menunggu juga nanti masalahnya akan menjadi lebih besar. Ada rupiah yang bisa kita selesaikan, penting karena mereka adalah masa depan Papua Pegunungan,” jelasnya.
Meski persoalan kontrakan untuk sementara dapat diselesaikan, Ones menilai pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan asrama mahasiswa.
Ia berharap ke depan terdapat asrama mahasiswa Papua Pegunungan di berbagai kota studi, termasuk Manokwari, Jayapura dan kota lainnya.
“Menurut saya pentingnya ada asrama untuk setiap provinsi yang ada di Papua Raya. Dan tentu kami Papua Pegunungan, supaya tidak terjadi lagi hal – hal seperti ini dikemudian hari,” ujarnya.
Ones Pahabol berharap mahasiswa asal Yahukimo dapat kembali menjalani perkuliahan dengan tenang dan persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Ia menegaskan, investasi terbesar pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Pembangunan fisik memang perlu, tapi pembangunan manusia jauh lebih penting baik jasmani dan rohaninya juga harus dibangun. Karena itu fondasi,” pungkasnya.
(ANAS/Redaksi)





Apa komentar anda ?