NABIRE, nokenlive.com – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah John NR Gobai meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan jeda kemanusiaan dan penarikan pasukan nonorganik dari wilayah konflik sebagai langkah membuka ruang penyelesaian secara damai.
John menyampaikan pandangan tersebut dalam catatan memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Menurutnya, pemerintah perlu mengubah pendekatan penanganan konflik dengan lebih mengutamakan masyarakat sebagai bagian utama dari pembangunan.
“Jangan terus mengurus pagar, tetapi kita perlu mengurus kebunnya dengan baik di Tanah Papua,” kata John dalam rilisnya kepada Noken Live, pada Senin, (5/10/2026).
Ia menjelaskan analogi tersebut berdasarkan kehidupan masyarakat kampung. Kebun yang tidak dirawat akan ditumbuhi rumput hingga menjalar ke pagar, sedangkan pagar kayu yang tidak dipelihara pada akhirnya dapat membusuk dan roboh.
John menilai kondisi tersebut dapat menjadi gambaran dalam melihat konflik berkepanjangan di sejumlah wilayah Papua Tengah. Menurut dia, pemerintah tidak cukup hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga perlu mengurus kebutuhan dasar masyarakat.
“Bagaimana merangkul mereka dan memanusiakan mereka dengan menyediakan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Papua Tengah,” ujarnya.
John menyebut konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua Tengah telah berlangsung dalam waktu panjang dan membentuk siklus kekerasan. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan pendekatan baru yang mampu membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di daerah konflik.
Ia mengatakan pendekatan keamanan tetap perlu dilihat dalam konteks menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, upaya tersebut harus berjalan bersama pendekatan kemanusiaan agar masyarakat tidak terus berada dalam situasi konflik.
“Sudah saatnya Bapak Presiden Republik Indonesia ke-8, Bapak Prabowo Subianto mempertimbangkan jeda kemanusiaan, termasuk menarik pasukan nonorganik,” katanya lagi.
John berpandangan masyarakat di wilayah konflik memiliki akal, perasaan dan kehendak sehingga pendekatan manusiawi dapat membuka kemungkinan perubahan cara pandang. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia mengakui masih terdapat pihak yang memiliki karakter keras. Namun, menurutnya, perubahan dapat dilakukan melalui pendekatan yang konsisten, tenang dan tidak selalu mengedepankan kekuatan.
“Batu cadas yang kuat di pinggiran gunung Papua Tengah pun dapat bergeser bila terkena air yang lembut, dingin dan tenang,” ujarnya lagi.
John berharap pemerintah menjadikan pendekatan humanis dan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai bagian penting dalam penanganan konflik di Papua Tengah. Menurutnya, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi bagian dari upaya memperkuat keutuhan negara.
“Sudah saatnya kita mengurusi kebun dengan baik dengan pendekatan humanis dan memperhatikan aspek hak asasi manusia di Tanah Papua agar pagar yang baik dan kokoh akan tumbuh di Papua Tengah,” katanya lagi.
(Vanny Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?