NABIRE, Nokenlive.com – Realisasi belanja dan pembangunan fisik Pemerintah Provinsi Papua Tengah hingga 1 Oktober 2026 tercatat baru mencapai 41,37 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah karena pelaksanaan anggaran tahun 2026 telah memasuki triwulan IV.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP., M.Si., mengatakan capaian tersebut masih belum seimbang dengan waktu pelaksanaan anggaran yang tersisa.
Hal itu disampaikan Eliezer kepada Nokenlive.com di Nabire, Jumat (2/10/2026).
“Kalau kita melihat dari sisi realisasi, per tanggal 2 Oktober 2026 sudah ada di 41,37 persen,” kata Eliezer.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya realisasi adalah proses pengadaan barang dan jasa, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan fisik.
Kegiatan fisik memiliki nilai anggaran relatif besar sehingga keterlambatan proses pengadaan turut berdampak terhadap persentase realisasi secara keseluruhan.
“Kalau kegiatan sifatnya fisik, dananya lebih besar atau lebih tinggi dibandingkan kegiatan yang sifatnya rutin. Ini salah satunya yang memengaruhi karena kegiatan fisiknya belum jalan,” jelasnya.
Selain proses pengadaan, Eliezer menyebut pencairan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahap kedua juga turut memengaruhi persentase realisasi.
Menurut dia, ketika terdapat penambahan dana yang masuk, persentase realisasi akan kembali disesuaikan dengan total anggaran yang tersedia.
“Walaupun persentase kita sudah tinggi, kalau ada dropping dana yang masuk, tentunya persentasenya akan diperbarui. Itu juga menjadi salah satu faktor,” ujarnya.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa telah meminta Sekretaris Daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya pengampu kegiatan fisik, mempercepat proses pelaksanaan program.
Eliezer mengatakan percepatan tidak hanya dilakukan pada tahap pelaksanaan, tetapi sejak proses perencanaan, review, penayangan hingga pengumuman pengadaan.
“Pak Gubernur menyarankan kepada Sekda dan OPD-OPD yang mengelola kegiatan fisik untuk segera menjalankan prosesnya, baik perencanaan, review, penayangan sampai dengan pengumuman,” katanya.
Eliezer Yogi memperkirakan realisasi dapat berada pada kisaran 80 hingga 90 persen apabila proses kegiatan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“Harapan kita di akhir tahun, di bulan Desember, progresnya bisa mencapai 80 atau 90 persen. Kalau 100 persen mungkin agak sulit dari sisi waktu,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak seluruh kegiatan fisik dipastikan selesai pada tahun anggaran 2026. Sebagian pekerjaan yang belum selesai dapat dilanjutkan melalui mekanisme penganggaran pada tahun berikutnya sesuai ketentuan.
Karena itu, Bapperida kini mendorong OPD agar kegiatan yang masih memungkinkan dilaksanakan segera diproses sehingga pembangunan fisik yang telah direncanakan dapat mulai terlihat progresnya di lapangan.
(LISA-ANAS/Redaksi)







Apa komentar anda ?