JAYAPURA, Nokenlive.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak menggelar Rapat Paripurna Pembukaan Sidang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Puncak Tahun Anggaran 2026 di Hotel Horison Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Senin (14/9/2026).
Pemindahan lokasi sidang dari Ilaga dilakukan karena gedung kantor DPRK Puncak mengalami kebakaran dan kerusakan akibat kerusuhan beberapa bulan lalu.
Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni menjelaskan, pelaksanaan sidang di Jayapura merupakan langkah yang diambil setelah sebagian fasilitas kantor legislatif di Ilaga tidak dapat digunakan. Gedung tersebut dilaporkan terbakar, hancur, dan sejumlah fasilitas ruang sidang dijarah saat peristiwa kerusuhan yang berkaitan dengan pembagian dana desa tahap pertama beberapa waktu lalu.
“Sidang Paripurna Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Puncak Tahun 2026 yang kita ikuti saat ini dilaksanakan di Hotel Horison Padang Bulan Jayapura, karena sebagian kantor DPRK Puncak mengalami kebakaran, hancur, dan fasilitas di ruang sidang dijarah saat peristiwa kerusuhan massa akibat pembagian dana desa bulan lalu,” ujar pimpinan DPRK Puncak.
Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan
Selain kerusakan fasilitas kantor di Ilaga, faktor keamanan menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi persidangan.
Pimpinan DPRK Puncak, Thomas Tabuni menyebut Jayapura dipilih dibandingkan Kota Timika karena situasi keamanan dan ketertiban di Timika dinilai belum kondusif akibat konflik perang suku yang masih berlangsung.
“Selain itu, sidang dilaksanakan di Jayapura dan tidak dilaksanakan di kota terdekat yaitu Timika dengan pertimbangan situasi keamanan dan ketertiban di Kota Timika kurang kondusif akibat perang suku yang sampai saat ini masih berlangsung,” lanjutnya.
Dengan pertimbangan tersebut, Jayapura menjadi lokasi pelaksanaan agenda legislatif DPRK Puncak, termasuk pembukaan sidang pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
(Lisa/Redaksi)





Apa komentar anda ?