JAYAPURA, nokenlive.com — Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua (YMEP) sekaligus Direktur Papua Language Institute (PLI), Samuel Tabuni, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Puncak dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) muda melalui kerja sama program pendidikan bersama Yayasan Maga Edukasi Papua, Rabu (26/08/2026).
Menurut Samuel, dukungan dan kepercayaan yang diberikan Pemkab Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi anak-anak Puncak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, termasuk melanjutkan studi hingga ke luar negeri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Puncak melalui kepemimpinan Bapak Bupati, jajaran, dan seluruh masyarakat Kabupaten Puncak kepada kami, Yayasan Maga Edukasi Papua,” ujar Samuel.
Samuel menjelaskan, Yayasan Maga Edukasi Papua memiliki dua unit pendidikan, yakni Papua Language Institute dan Universitas Internasional Papua (UIP). Dalam kerja sama dengan Pemkab Puncak, program pendidikan S1 dilaksanakan melalui Universitas Internasional Papua, sedangkan program S2 dipersiapkan melalui Papua Language Institute.
Program S2 tersebut, kata Samuel, tidak hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi juga memberikan pembekalan kepada calon mahasiswa melalui persiapan karakter, bahasa Inggris, matematika, serta berbagai kemampuan pendukung lainnya selama kurang lebih satu tahun.
Pembekalan itu menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa dikirim melanjutkan pendidikan ke negara-negara yang telah bekerja sama.
Dalam program tersebut, sebanyak 10 mahasiswa Puncak mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara. Dua mahasiswa ke Rumania, empat mahasiswa ke Rusia, satu mahasiswa ke Amerika Serikat, dua mahasiswa ke Inggris, dan satu mahasiswa ke Selandia Baru.
Samuel menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, para dosen, mahasiswa, serta masyarakat Puncak.
Ia juga mengapresiasi keberanian Pemkab Puncak dalam memberikan ruang dan dukungan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman pendidikan di tingkat internasional.
“Ini satu keberhasilan yang dicapai oleh kami, baik lembaga maupun dosen, tetapi juga kami membantu pemerintah daerah dalam situasi yang kurang efisiensi dan kurang anggaran di mana-mana. Anak-anak tetap bisa mencapai pendidikan di luar negeri dengan biaya yang hampir nol,” katanya.
Menurut Samuel, kesempatan anak-anak Papua untuk kuliah di luar negeri sebenarnya terbuka luas. Namun, persoalan utama yang perlu diperkuat adalah kesiapan akademik, penguasaan bahasa Inggris, karakter, dan mental mahasiswa.
Karena itu, ia menilai kerja sama Pemkab Puncak dengan Yayasan Maga Edukasi Papua merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan tersebut.
“Semua orang Papua ini bisa ke luar negeri. Cuma persiapannya yang dibutuhkan,” tegasnya.
Samuel juga mengapresiasi Pemkab Puncak karena program pendidikan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengiriman mahasiswa ke luar daerah atau luar negeri, tetapi juga diarahkan sesuai kebutuhan pembangunan Kabupaten Puncak.
Sebelum menentukan bidang studi, pihaknya bersama pemerintah daerah melakukan asesmen terhadap potensi dan persoalan yang dihadapi Kabupaten Puncak.
Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain pariwisata, potensi pertambangan, serta persoalan ketersediaan air dan listrik.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi nantinya mampu kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Puncak.
“Jadi anak-anak ini kita harapkan ketika mereka pulang itu betul-betul bisa membangun daerah sesuai dengan masalah yang ada di sana. Jadi tidak hanya asal kirim,” jelas Samuel.
Ia menegaskan, kehadiran YMEP melalui Papua Language Institute dan Universitas Internasional Papua juga tidak sebatas memberikan pendidikan kepada mahasiswa. Kedua lembaga tersebut berupaya membantu pemerintah daerah melalui riset dan kerja sama akademik yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan.
Salah satu contoh yang sedang dikembangkan adalah kerja sama Universitas Internasional Papua dengan Universitas Exeter untuk membantu Pemkab Puncak dalam pengembangan air minum kemasan, sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan keterbatasan air di wilayah tersebut.
Samuel kembali memberikan apresiasi kepada Pemkab Puncak yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin daerah di masa depan.
“Pemda Puncak sangat komitmen untuk menyiapkan SDM mudanya untuk memimpin kelak, kembali untuk memimpin daerahnya di sana dengan lebih baik lagi. Itu kami sangat apresiasi,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara Pemkab Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua dapat terus diperkuat dan dikembangkan, sehingga semakin banyak anak-anak Puncak memperoleh kesempatan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Samuel menilai investasi terbesar bagi masa depan Kabupaten Puncak adalah menyiapkan generasi muda yang berpendidikan, memiliki kompetensi internasional, dan setelah menyelesaikan pendidikan mampu kembali membangun daerahnya.
(Lisa – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?