ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Agustus 24, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Embun Beku Kepung Puncak, Cuaca Ekstrem Diprediksi Bertahan hingga Oktober

Embun Beku Kepung Puncak, Cuaca Ekstrem Diprediksi Bertahan hingga Oktober

Oleh : Noken Live
24 Agustus 2026
Di Papua Tengah
0
Embun Beku Kepung Puncak, Cuaca Ekstrem Diprediksi Bertahan hingga Oktober

Foto oleh Lisa. Keterangan Foto: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein Kamadi, saat diwawancarai pada Minggu, (23/08/2026), Husain Kamadi,

NABIRE, nokenlive.com — Fenomena embun beku yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Puncak hingga kini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Kondisi cuaca yang cukup ekstrem di wilayah pegunungan tersebut berpotensi terus berlangsung seiring kondisi kemarau yang diperkirakan masih bertahan hingga sekitar Oktober.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husein Kamadi  saat diwawancarai pada Minggu, (23/08/2026), mengatakan fenomena embun beku di Puncak berkaitan erat dengan kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Suhu udara di wilayah dataran tinggi dapat turun cukup signifikan pada malam hingga dini hari, terutama ketika kondisi langit cerah tanpa tutupan awan.

Menurut Husain, secara teori embun beku dapat terbentuk ketika siang hari berlangsung cukup panas, kemudian pada malam hari kondisi cuaca menjadi cerah. Pada siang hari, permukaan bumi menyerap energi matahari, sedangkan pada malam hari energi tersebut dilepaskan kembali.

Dalam kondisi langit cerah dan berada di wilayah dataran tinggi, proses pelepasan energi tersebut dapat membuat suhu permukaan turun secara signifikan hingga memicu terbentuknya embun beku.

“Embun beku ini akan terjadi ketika siang hari cukup panas, kemudian pada malam hari cuacanya clear. Kondisi seperti ini sering terjadi di daerah pegunungan,” jelasnya.

Husain mengatakan, jika dibandingkan dengan kondisi historis, cuaca yang terjadi di wilayah Puncak saat ini menunjukkan kondisi yang berada di atas normal. Hal tersebut juga berkaitan dengan kondisi El Nino yang saat ini dinilai lebih kuat dibandingkan kejadian serupa pada 2023.

Ia menjelaskan, El Nino pada 2023 berada dalam kategori yang lebih moderat, sementara kondisi saat ini secara teori berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap pola cuaca, termasuk meningkatnya kekeringan di sejumlah wilayah.

“Kalau melihat historis, dibandingkan dengan kondisi El Nino 2023, sekarang kondisinya jauh lebih ekstrem. Jadi secara teori, dampaknya juga lebih banyak,” katanya.

Kondisi cuaca tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor pertanian masyarakat di Kabupaten Puncak. Embun beku yang terjadi pada malam hingga pagi hari berpotensi merusak tanaman, terutama tanaman yang berada di lahan terbuka dan tidak mampu bertahan terhadap suhu rendah.

“Dengan adanya embun beku, pertanian pasti terdampak. Ladang bisa mati semua karena terkena embun beku,” ujarnya.

BMKG memperkirakan kondisi kemarau di wilayah Puncak secara teori masih berpotensi berlangsung hingga sekitar Oktober. Namun, perkembangan fenomena embun beku tetap sangat dipengaruhi oleh dinamika cuaca harian dan kondisi atmosfer di wilayah pegunungan tersebut.

Husain menegaskan, kondisi cuaca di Puncak saat ini dapat dikategorikan berada di atas kondisi normal jika dibandingkan dengan pola historisnya. BMKG terus mencermati perkembangan kondisi atmosfer untuk melihat potensi perubahan cuaca di wilayah tersebut.

Husain menambahkan, jumlah pegawai BMKG di wilayahnya masih dapat dikatakan cukup memadai, tetapi keterbatasan peralatan pengamatan cuaca di wilayah pegunungan menjadi salah satu persoalan yang terkadang harus dihadapi.

Menurutnya, fenomena embun beku merupakan salah satu dampak yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian di wilayah dataran tinggi Puncak.

(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)

Tags: BMKG Papua TengahEl NinoHusain RumadiKabupaten PuncakNabireProvinsi Papua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

KADIN Papua Tengah: Dunia Usaha Diminta Bantu Hadapi El Nino

Berita Selanjutnya

Tutup Festival IKM 2026, Asisten II Setda: IKM Lokal Harus Tembus Pasar Mancanegara dan Manfaatkan Teknologi sebagai Promosi Produk

Berita Terkait

Kapolda Papua Tengah: El Nino menguat hingga September
Kabar Daerah

Kapolda Papua Tengah: El Nino menguat hingga September

Kapolda Papua Tengah: Pencegahan Bukan Sekadar Padamkan Karhutla
Kabar Daerah

Kapolda Papua Tengah: Pencegahan Bukan Sekadar Padamkan Karhutla

KADIN Papua Tengah: Dunia Usaha Diminta Bantu Hadapi El Nino
Papua Tengah

KADIN Papua Tengah: Dunia Usaha Diminta Bantu Hadapi El Nino

KADIN Papua Tengah Ajak Dunia Usaha Jaga Harga Air, El Nino Diprediksi Tekan Pasokan
Papua Tengah

KADIN Papua Tengah Ajak Dunia Usaha Jaga Harga Air, El Nino Diprediksi Tekan Pasokan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua