JAYAPURA, nokenlive.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah mendorong pemerintah memperkuat layanan air bersih untuk menghadapi dampak El Nino yang diprediksi meningkatkan kekeringan di Papua Tengah.
Ketua KADIN Papua Tengah Alexander Gobay, melalui rilis yang diterima nokenlive.com, pada Senin 24/8/2026, di Jayapura, mengatakan bahwa pihaknya menilai keterbatasan pasokan air dapat semakin meluas jika pemerintah tidak segera memperkuat produksi, distribusi, dan cadangan air bersih bagi masyarakat.
Dia menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat El Nino 2026 telah aktif dan berada pada intensitas sangat kuat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
KADIN memprediksi puncak musim kemarau di Papua Tengah dan Papua Pegunungan terjadi pada Agustus 2026. Karena itu, pemerintah perlu mempercepat langkah antisipasi sebelum kekeringan berkembang menjadi krisis.
Di Nabire, pemerintah telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat serta fasilitas umum melalui koordinasi BPBD dan Perumda Air Minum karena pasokan air mulai mengalami penurunan.
KADIN juga meminta pemerintah menjaga harga air tetap normal dan terjangkau. Pelaku usaha penyedia air diminta tidak menaikkan harga secara sepihak selama kondisi kekeringan berlangsung.
Untuk mencegah krisis, KADIN mendorong tujuh langkah konkret, mulai dari menjaga kapasitas produksi dan distribusi PDAM, memetakan wilayah prioritas, hingga menyiapkan armada tangki dan titik distribusi darurat.
KADIN juga mengajak distributor, depot air minum, pelaku UMKM, koperasi, asosiasi pengusaha, dan dunia usaha membantu pemerintah menjaga ketersediaan air melalui jaringan distribusi, kendaraan, gudang, serta dukungan logistik.
KADIN Papua Tengah menegaskan pemerintah dan dunia usaha harus bergerak bersama. Jika pasokan terus menurun, KADIN memprediksi masyarakat akan menghadapi kesulitan memperoleh air, kenaikan harga, serta dampak sosial yang lebih besar.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?