WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat di Kabupaten Yahukimo dan Nduga tetap berjalan di tengah kondisi kekeringan yang menyebabkan debit air sungai dan laut surut.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengatakan kondisi cuaca kering berdampak langsung terhadap distribusi kebutuhan pokok, termasuk BBM, ke dua wilayah tersebut. Sungai dan jalur laut selama ini menjadi akses utama distribusi barang menuju ibu kota Kabupaten Yahukimo dan Nduga.
Menurut Ones, surutnya air membuat kapal-kapal pengangkut BBM kesulitan masuk. Bahkan, kapal dengan kapasitas besar tidak dapat beroperasi secara normal karena kondisi perairan yang sangat dangkal.
“Sekarang sangat mengalami kesulitan karena laut dan sungai sebagai tol cepat ekonomi masuk dan keluar. Hari ini air sangat surut sehingga kapal-kapal tidak bisa berjalan,” ujar Ones.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.
BBM untuk Nduga Didistribusikan Melalui Jalur Udara
Khusus Kabupaten Nduga, distribusi BBM akan dilakukan melalui jalur udara dengan mengambil pasokan dari Timika menuju Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.
Ones mengatakan, penerbangan pengangkutan BBM akan dilakukan beberapa kali dalam sehari dengan kapasitas sekitar satu ton setiap penerbangan. Langkah ini menjadi solusi sementara karena distribusi melalui jalur sungai maupun laut terkendala kekeringan.
Sementara untuk Yahukimo, pasokan BBM akan didukung melalui jalur laut dengan kapal pengangkut minyak yang telah disiapkan.

Pertamina Patra Niaga Regional Maluku dan Papua, kata Ones, telah memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dan berupaya memastikan pelayanan BBM tetap berjalan.
Pasokan BBM Disiapkan untuk Kebutuhan Mendesak
Ones menjelaskan, pasokan sekitar 10.000 liter BBM akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa hari. Penyaluran ini diharapkan dapat menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan sembari pemerintah mengantisipasi kondisi kekeringan.
Ia menegaskan, BBM yang disalurkan dalam kondisi darurat tersebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan tidak boleh ditimbun untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
“Yang kami imbau, bantuan ini hanya untuk kebutuhan yang mendesak. Jangan menimbun dan jangan bermain harga. Harga yang sudah ditetapkan harus dipatuhi,” tegasnya.
Untuk menghindari kelangkaan dan penimbunan, pembelian BBM juga akan dibatasi sesuai kebutuhan kendaraan. Kendaraan roda dua maupun roda empat akan dilayani dengan jumlah yang disesuaikan dengan kondisi pasokan.
Pemerintah juga melarang masyarakat membeli BBM dalam jumlah berlebihan untuk kemudian dijual kembali secara eceran.
Pemprov Akan Pantau Penyaluran BBM
Ones mengatakan, penanganan pasokan BBM tersebut akan dilakukan dalam masa tanggap darurat yang direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan terus melakukan pemantauan agar distribusi BBM di Yahukimo dan Nduga berjalan tertib dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Kami akan pantau terus penyaluran BBM ini supaya tidak ada konflik atau masalah. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan para penyalur BBM di kabupaten lain agar tidak memanfaatkan kondisi kekeringan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Menurutnya, BBM bersubsidi maupun nonsubsidi harus dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita jangan mengambil keuntungan besar di tengah kesulitan masyarakat. Pemerintah ingin pelayanan berjalan baik, tertib dan masyarakat tidak semakin terbebani,” ujar Ones.
Pemerintah menetapkan harga BBM yang dijual di SPBU Kabupaten Yahukimo dan Nduga sebagai berikut:
BBM Subsidi:
- Bio Solar: Rp6.800 per liter
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
BBM Non-Subsidi:
- Pertamax (RON 92): Rp16.300 per liter
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap seluruh masyarakat dan pihak terkait dapat menjaga situasi tetap kondusif selama kondisi kekeringan berlangsung.
Ones mengajak masyarakat menghadapi situasi tersebut dengan tenang sembari pemerintah bersama Pertamina dan kementerian terkait terus memastikan kebutuhan BBM di dua kabupaten tersebut dapat terpenuhi.
RILIS





Apa komentar anda ?