NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat koordinasi penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) melalui rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah kabupaten, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), serta organisasi perangkat daerah terkait di Nabire, Selasa (28/7/2026).
Rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi dalam perencanaan dan pengelolaan cadangan pangan agar lebih terukur, akuntabel, serta mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di seluruh wilayah Papua Tengah.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silwanus A. Soemule, mengatakan cadangan pangan merupakan instrumen penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman krisis akibat keterbatasan akses, tingginya biaya distribusi, bencana, maupun dampak perubahan iklim.
“Cadangan pangan pemerintah adalah jaring pengaman pertama masyarakat. Cadangan harus disiapkan sebelum krisis datang, bukan setelahnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten diharapkan menyiapkan dukungan anggaran sekaligus menyajikan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan cadangan pangan di masing-masing daerah.
Menurutnya, data yang terbuka, mutakhir, dan didukung BPS akan menjadi acuan bersama bagi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga Perum Bulog dalam menyusun kebijakan ketahanan pangan.
Selain memastikan kecukupan stok beras, pemerintah daerah juga didorong mengembangkan cadangan pangan berbasis potensi lokal seperti sagu, umbi-umbian, hasil perikanan, dan peternakan sesuai karakteristik setiap wilayah.
Dalam rapat tersebut turut disosialisasikan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2025 mengenai perubahan tata cara penghitungan jumlah cadangan beras pemerintah daerah yang kini mempertimbangkan tingkat kerawanan pangan, risiko bencana, jumlah penduduk, produksi pangan, hingga kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap hasil rapat koordinasi tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan dan rencana tindak lanjut yang dapat memperkuat sistem ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
(Agustina Estevani Janggo/Redaksi)







Apa komentar anda ?