JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua secara resmi melepas para siswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Tahun Akademik 2026. Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, berpesan agar para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan kuliah dengan penuh tanggung jawab demi meraih masa depan yang lebih baik.
Kegiatan pelepasan berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2026), dan dihadiri jajaran Bidang Akademik Komunitas Dinas Pendidikan Provinsi Papua serta orang tua para penerima beasiswa.
Dalam sambutannya, Marthen Medlama mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kesempatan yang diperoleh para mahasiswa melalui Program Beasiswa ADIK.
Ia menegaskan bahwa beasiswa tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Kalian harus menghormati Tuhan, menghargai orang tua, dan menghargai diri sendiri. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, meraih cita-cita, dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana,” ujar Marthen.
Selain fokus pada akademik, ia juga mengingatkan para mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar Papua agar mampu membangun jaringan pertemanan dan relasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan menjalin hubungan yang baik akan menjadi bekal penting bagi para mahasiswa selama menempuh pendidikan maupun setelah lulus.
“Kalian akan bertemu banyak orang dari berbagai daerah. Bangun relasi yang baik, bergaul dengan siapa saja, dan manfaatkan pengalaman itu untuk mengembangkan diri,” katanya.
Pada Tahun Akademik 2026, sebanyak 58 siswa asal Papua dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa ADIK. Jumlah tersebut masih jauh dari usulan Pemerintah Provinsi Papua yang mengajukan sekitar 200 calon penerima.
Marthen mengaku prihatin karena jumlah mahasiswa yang diterima belum memenuhi harapan pemerintah daerah.
“Kami berharap setidaknya sekitar 50 persen dari kuota yang diusulkan dapat diterima. Ke depan kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan kuota yang lebih besar agar semakin banyak anak asli Papua memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur Beasiswa ADIK, Marthen meminta agar tidak berkecil hati. Ia mengajak mereka memanfaatkan program beasiswa lain yang disiapkan Pemerintah Provinsi Papua, yakni Program Mahasiswa Cerdas (MACE) yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus dan ditujukan bagi Orang Asli Papua.
“Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan masih terbuka. Pemerintah Provinsi Papua telah menyiapkan Program Mahasiswa Cerdas (MACE) sebagai salah satu solusi agar semakin banyak anak Papua dapat mengenyam pendidikan tinggi,” tutupnya.
Kegiatan pelepasan ini juga dihadiri para pegawai Bidang Akademik Komunitas Dinas Pendidikan Provinsi Papua serta orang tua mahasiswa penerima Beasiswa ADIK Tahun Akademik 2026.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?