JAYAPURA, Nokenlive.com – Sebanyak 387 peserta didik baru SMP Negeri 2 Jayapura mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari, 6–10 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengusung konsep MPLS Ramah sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, S.Pd., mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, serta keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi peserta didik baru.
“Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS kali ini disebut dengan nama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah,” ujarnya.
Menurut Caroline, dalam konsep MPLS Ramah, sekolah diwajibkan melibatkan orang tua karena memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan positif anak sejak hari pertama bersekolah.
“Dimana sekolah-sekolah diwajibkan untuk melibatkan para orang tua dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Karna ada hal-hal yang perlu orang tua ingatkan kepada anak-anak,” katanya.
Ia menjelaskan, materi MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, terutama mengenai pembentukan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta budaya sekolah yang menanamkan nilai senyum, salam, sapa, santun, dan sikap saling menghargai.
“Salah satu materi dasar yang disampaikan dalam perubahan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 adalah mengenai tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan juga budaya iklim sekolah. Yang didalamanya ada senyum santun dan lain-lain,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga memberikan pemahaman kepada siswa dan orang tua tentang pentingnya mengenali potensi diri sejak awal masuk sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

Caroline menegaskan, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan tanpa praktik kekerasan maupun perpeloncoan.
“Kali ini tidak ada kegiatan yang bersifat kekerasan dan perponcoan seperti yang dilakukan beberapa tahun lalu. Ini diharapkan untuk disampaikan kepada anak dan orang tua murid baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua sangat menentukan keberhasilan MPLS. Orang tua diharapkan menyiapkan kebutuhan anak sejak dari rumah, mulai dari membiasakan tidur lebih awal, menyiapkan sarapan, hingga memastikan anak datang tepat waktu ke sekolah.
“Dengan melibatkan orang tua murid dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah ini… orang tua harus membekali diri anak mereka supaya saat ke sekolah pertama tidak boleh datang terlambat, sudah harus menyiapkan sarapan, juga harus mengingatkan anak-anak untuk belajar, dan harus tidur cepat supaya ke sekolah tidak terlambat,” katanya.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, peserta didik akan menerima berbagai materi sesuai petunjuk teknis Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Selain pembentukan karakter dan budaya sekolah, siswa juga dibekali materi tentang penggunaan media sosial secara bijak, bahaya narkotika, pencegahan radikalisme, kesehatan, serta wawasan hukum yang disampaikan oleh para pemateri sesuai bidangnya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Jayapura menerima 387 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar, dengan masing-masing kelas diisi sekitar 36 siswa.
“Untuk jumlah peserta didik baru di tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 387 siswa dengan jumlah rombongan belajar 11, dimana tiap ruangan terdiri dari 36 siswa didalam satu ruang kelas,” tutup Caroline.
Reporter : Melviandres Pamanggori
Editor: Menas





Apa komentar anda ?