JAYAPURA, Nokenlive.com – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang menyentuh aspek ideologi, lingkungan, pendidikan politik hingga pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Tim Kerja Bulan Bung Karno DPD PDI Perjuangan Papua, Joni Y. Betaubun, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan selama Juni merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan pemikiran Bung Karno sebagai Proklamator Kemerdekaan sekaligus penggali Pancasila.
Menurutnya, Bulan Juni memiliki makna historis karena menjadi bulan lahirnya Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafat Bung Karno pada 21 Juni. Tiga momentum tersebut menjadi pengingat agar nilai-nilai persatuan, gotong royong, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat terus dijaga.
“Kegiatan Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi wujud nyata mengaktualisasikan ajaran Bung Karno melalui penguatan ideologi Pancasila, pendidikan politik, pelestarian lingkungan, budaya gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Joni saat menyampaikan laporan pada Resepsi Bulan Bung Karno di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Papua, Kotaraja, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 yang dilanjutkan dengan pemutaran film bertema perjuangan sebagai media pendidikan ideologi bagi kader dan masyarakat.

Pada 6 Juni 2026, DPD PDI Perjuangan Papua juga menggelar seminar publik yang membahas berbagai isu strategis terkait Undang-Undang Pemilu menuju Pemilu 2029. Seminar tersebut menghadirkan perwakilan sejumlah partai politik di Papua sebagai bentuk komitmen membangun dialog kebangsaan dan memperkuat demokrasi.
“Forum ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan selalu mengedepankan ruang dialog dan pertukaran gagasan dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat,” katanya.
Selain pendidikan politik, PDI Perjuangan Papua juga mengusung gerakan politik hijau melalui penanaman sagu di Sentani bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jayapura. Kegiatan tersebut menjadi simbol pelestarian lingkungan sekaligus menjaga sagu sebagai identitas budaya dan sumber pangan masyarakat Papua.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui aksi bersih-bersih di Kampung Yoboi, Sentani, pada 16 Juni, serta penanaman pohon dan pembersihan kawasan Pantai Hamadi bersama DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura pada 19 Juni.
Puncak Bulan Bung Karno digelar pada 21 Juni melalui ibadah syukur dan doa bersama untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sebagai Bapak Bangsa sekaligus memperkuat semangat nasionalisme kader PDI Perjuangan.
Sementara sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 30 Juni mendatang DPD PDI Perjuangan Papua akan melaksanakan ziarah ke makam para pahlawan nasional di Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.
Joni menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, seluruh jajaran pengurus, Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua, para kader, simpatisan, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026.
“Kami berharap semangat dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno tidak berhenti pada peringatan setiap bulan Juni, tetapi terus diwujudkan dalam kerja nyata untuk rakyat dan pembangunan Papua,” tutupnya.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?