ELELIM, nokenlive.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Elelim, dr. Herman Himan, memimpin apel pegawai di lingkungan Puskesmas Elelim, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, yang dipusatkan di halaman Puskesmas Elelim pada Senin (15/6/2026).
Apel tersebut diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati Puskesmas Elelim. Seusai apel, dr. Herman Himan menyampaikan sejumlah informasi terkait operasional pelayanan kesehatan serta perkembangan penyakit yang saat ini banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Yalimo.

Dalam arahannya, dr. Herman menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Elelim tetap berjalan normal dari hari Senin hingga Jumat guna memastikan kebutuhan pelayanan masyarakat tetap terpenuhi.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kasus penyakit yang paling dominan ditemukan pada masyarakat Yalimo adalah scabies atau penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi tungau (kutu). Penyakit tersebut ditandai dengan rasa gatal yang umumnya muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama pada malam hari, sehingga mengganggu aktivitas penderitanya.
“Kasus yang paling banyak kami temukan saat ini adalah scabies. Gejala yang paling sering dikeluhkan masyarakat adalah rasa gatal yang muncul terutama pada malam hari dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar dr. Herman Himan.

Selain scabies, kasus malaria juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Menurut data Puskesmas Elelim, penyebaran malaria yang sebelumnya ditemukan di wilayah Benawa kini telah merambah hingga ke Elelim.
“Kasus malaria mengalami peningkatan dan sudah terdeteksi mulai dari wilayah Benawa hingga masuk ke Elelim. Penderitanya mencakup semua kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pada awal tahun 2025 peningkatan kasus penyakit tersebut belum terlihat secara signifikan seperti yang terjadi saat ini. Karena itu, pihak Puskesmas Elelim bersama seluruh tenaga kesehatan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri. Langkah pencegahan sangat penting untuk menekan penyebaran berbagai penyakit yang saat ini sedang meningkat,” jelasnya.
Selain scabies dan malaria, penyakit diare juga menjadi salah satu kasus yang cukup dominan ditangani oleh Puskesmas Elelim. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor kualitas air dan perilaku hidup bersih serta sehat masyarakat.

Menurut dr. Herman, tingginya angka kunjungan masyarakat ke Puskesmas Elelim dalam beberapa waktu terakhir sebagian besar disebabkan oleh tiga penyakit tersebut.
Pihaknya berharap seluruh masyarakat dapat mendukung upaya pencegahan dengan mengikuti arahan tenaga kesehatan yang disampaikan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan sosialisasi.
“Kami ingin memutus rantai penyebaran penyakit ini. Karena itu kami mengharapkan seluruh masyarakat dapat mengikuti setiap arahan dan sosialisasi yang diberikan oleh petugas kesehatan,” tegasnya.
Terkait ketersediaan obat-obatan, dr. Herman mengakui bahwa hingga saat ini Puskesmas Elelim belum memiliki obat khusus untuk pengobatan scabies. Obat yang tersedia hanya berfungsi untuk membantu mengurangi rasa gatal yang dialami pasien.

“Saat ini kami belum memiliki obat khusus untuk penanganan scabies. Obat yang tersedia hanya untuk membantu mengurangi rasa gatal. Karena itu, pencegahan melalui pola hidup bersih dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah yang sangat penting,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Plt Kepala Puskesmas Elelim kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
(Dwi Andreas – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?