JAYAPURA, Nokenlive.com – Persipura Jayapura mulai bergerak cepat mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Fokus utama manajemen saat ini adalah mencari pelatih baru yang dinilai mampu mengembalikan kejayaan Mutiara Hitam dan membawa tim kebanggaan masyarakat Papua kembali promosi ke Liga 1.
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano (BTM), mengungkapkan bahwa manajemen tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan tim musim lalu. Namun, dari seluruh agenda pembenahan yang dilakukan, penentuan pelatih baru menjadi prioritas utama.
“Kami harus melakukan evaluasi tim terlebih dahulu. Harapan masyarakat Papua sangat besar agar Persipura bisa kembali ke Liga 1 pada musim yang akan datang,” ujar BTM di Kabupaten Jayapura, baru baru ini
Menurut BTM, sosok pelatih akan menjadi kunci dalam membangun kembali kekuatan Persipura. Karena itu, manajemen tidak ingin gegabah dalam menentukan figur yang akan menukangi tim pada musim depan.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada dua kandidat pelatih yang masuk dalam radar manajemen Persipura. Kedua nama tersebut berasal dari luar Papua dan sedang melalui proses penilaian secara mendalam.
“Kedua pelatih ini dari luar Papua. Salah satunya adalah mantan warga negara asing yang sekarang sudah menjadi warga negara Indonesia,” ungkap BTM.
Meski belum bersedia membuka identitas kedua kandidat tersebut, BTM memastikan proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman, serta kemampuan pelatih dalam membangun tim yang kompetitif.
Persaingan mendapatkan pelatih berkualitas saat ini juga tidak mudah. Menurut BTM, hampir seluruh klub peserta Liga 1 maupun Liga 2 sedang berburu pelatih terbaik untuk menyongsong musim baru.
“Setelah evaluasi dilakukan secara menyeluruh, manajemen harus mencari pelatih yang benar-benar berkualitas dan profesional. Semua tim sekarang sedang mencari pelatih terbaik,” katanya.
BTM menjelaskan, setelah pelatih definitif ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kerangka tim dan melakukan perekrutan pemain. Pelatih nantinya akan diberikan kewenangan untuk menentukan kebutuhan skuad sesuai filosofi permainan yang akan diterapkan.
“Setelah ada pelatih, dia akan melihat dan menentukan pemain yang direkrut ke dalam tim Persipura,” jelasnya.
Selain berburu pelatih, manajemen juga berpacu dengan waktu untuk mengamankan pemain incaran. Bursa transfer yang mulai bergerak membuat banyak pemain bebas kontrak menjadi rebutan klub-klub peserta kompetisi nasional.
Karena itu, BTM berharap proses penentuan pelatih dapat segera rampung agar perekrutan pemain tidak terlambat dilakukan.
“Manajemen dan pelatih harus secepatnya merekrut pemain. Kalau terlambat, pemain-pemain yang kita incar bisa lebih dulu dikontrak klub lain,” ujarnya.
Sebagai klub yang pernah meraih empat gelar juara Liga Indonesia, Persipura memiliki target besar pada musim depan. Kehadiran pelatih baru diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Mutiara Hitam untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola nasional.
BTM optimistis, dengan pelatih yang tepat, komposisi pemain yang kompetitif, dan dukungan penuh masyarakat Papua, Persipura dapat mewujudkan target promosi ke Liga 1 pada akhir musim 2026/2027.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?