TIMIKA, NOKENLIVE.com – Meki Nawipa resmi menutup Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang berlangsung selama dua hari di Kota Timika, Papua Tengah, Selasa (12/5/2026).
Penutupan forum ditandai dengan penabuhan tifa bersama para gubernur, wakil gubernur, dan bupati se-Tanah Papua sebagai simbol komitmen bersama melanjutkan pembangunan Papua secara kolaboratif.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan pentingnya sinergi antarpemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan di Papua, khususnya melalui penguatan tata kelola dana otonomi khusus (Otsus).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber, kementerian, mitra pembangunan, serta seluruh kepala daerah yang hadir dan berkomitmen membangun Papua,” ujar Meki.
Forum tersebut menghadirkan perwakilan dari Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, BP3OKP, hingga mitra pembangunan yang membahas berbagai persoalan strategis pembangunan Papua.

Dalam forum itu, para peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya penguatan sinergi pusat dan daerah, penguatan tiga pilar pembangunan Papua yakni Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif, serta percepatan sensus Orang Asli Papua sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Menurut Meki Nawipa, validitas data menjadi persoalan mendasar yang harus segera dibenahi agar pembangunan benar-benar tepat sasaran.
“Kalau kita tidak punya data yang benar, masalah Papua tidak akan pernah selesai. Kita harus gotong royong menyelesaikan ini bersama-sama,” katanya.
Ia juga menyoroti perlunya revisi PMK Nomor 33 Tahun 2024 terkait tata kelola dana Otsus agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah di Papua.
Selain itu, Meki meminta seluruh kepala daerah di Papua mengedepankan persatuan dan meninggalkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat luas.
“Kalau kita bersatu, kekuatan kita kuat. Papua membutuhkan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Meki Nawipa turut menyinggung pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam membangun Papua. Menurutnya, Papua tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga sosok yang jujur dan memiliki moral yang baik.
“Papua butuh orang yang punya integritas, punya harga diri, dan bertanggung jawab membangun negeri ini,” ujarnya.
Ia juga berharap forum strategis tersebut dapat terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah Papua, termasuk Sorong, Wamena, dan Merauke, sehingga tidak hanya melahirkan rumusan kebijakan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat daerah penyelenggara.

Menutup sambutannya, Meki Nawipa menegaskan hasil forum tidak boleh berhenti sebagai dokumen semata, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata demi kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua.
“Kita tutup acara ini bukan berarti selesai, tetapi untuk melanjutkan langkah berikutnya demi menyelesaikan tugas besar pembangunan Papua,” tutupnya.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?