JAYAPURA, Nokenlive.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura mencatat capaian positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. Hingga triwulan pertama, penerimaan daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, memberikan sinyal optimisme terhadap kinerja keuangan daerah di awal tahun.
Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengungkapkan bahwa total target PAD tahun 2026 sebesar Rp307,571 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi penerimaan periode Januari hingga Maret 2026 telah mencapai Rp77,19 miliar.
“Target triwulan pertama sebesar Rp76,89 miliar atau 25 persen, dan realisasi kita sudah melampaui angka tersebut. Ini menjadi sinyal positif bagi kinerja pendapatan daerah di awal tahun,” ujarnya.
Memasuki triwulan kedua, Bapenda menargetkan capaian sebesar Rp153,78 miliar atau sekitar 50 persen dari total target tahunan. Hingga 17 April 2026, realisasi PAD tercatat mencapai Rp83,83 miliar atau setara 27,26 persen.
Menurut Rory, capaian tersebut menunjukkan tren yang cukup baik dan memberikan optimisme bahwa target triwulan kedua sebesar 33,30 persen dapat tercapai.

Keterangan Foto : Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Cony Huwae (tengah), saat memaparkan capaian positif Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan I 2026. Di tengah tantangan ekonomi dan periode libur panjang, Bapenda terus melakukan upaya intensifikasi dan penggalian potensi sektor baru untuk mencapai target tahunan sebesar Rp307,571 miliar.
“Kita sudah melewati 25 persen dan sekarang berada di angka 27,26 persen. Artinya progres kita cukup baik dan terus bergerak menuju target berikutnya,” jelasnya.
Meski menunjukkan tren positif, Bapenda juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah menurunnya aktivitas wajib pajak selama periode libur panjang, seperti bulan Ramadan, Idulfitri, hingga Paskah.
“Banyak pelaku usaha yang menutup sementara usahanya selama libur panjang, bahkan ada yang tutup permanen karena kondisi ekonomi. Ini tentu berdampak pada penerimaan pajak daerah,” ungkapnya.
Selain faktor libur, kondisi ekonomi yang masih dalam tahap efisiensi turut memengaruhi kemampuan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban mereka. Sejumlah pelaku usaha, khususnya di sektor perhotelan dan jasa, bahkan mengajukan keringanan pajak akibat penurunan omzet.
Menghadapi situasi tersebut, Bapenda terus melakukan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas penerimaan daerah. Upaya yang dilakukan antara lain melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, termasuk penambahan wajib pajak baru serta penggalian potensi dari sektor-sektor yang belum optimal.
Adapun sumber PAD Kota Jayapura berasal dari berbagai jenis pajak daerah, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak barang dan jasa tertentu seperti restoran dan tenaga listrik, serta pajak hotel, hiburan, reklame, air tanah, hingga pajak mineral bukan logam dan batuan.

Keterangan Foto : Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, menjelaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah. Untuk mengantisipasi penurunan omzet sejumlah wajib pajak akibat efisiensi ekonomi dan pengajuan keringanan pajak, Bapenda berfokus pada ekstensifikasi pajak serta penambahan wajib pajak baru guna menutup kekurangan dari sektor lain.
Selain itu, Bapenda juga mengandalkan penerimaan dari opsen pajak kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan Samsat, yang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
“Kami terus berupaya menggali potensi baru, termasuk dari sektor-sektor yang selama ini belum maksimal. Penambahan wajib pajak baru menjadi salah satu fokus kami untuk menutup kekurangan dari sektor lain,” katanya.
Rory menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas secara maksimal, bahkan tanpa mengenal hari libur, guna memastikan target PAD dapat tercapai sesuai rencana.
“Ini memang pekerjaan yang tidak ringan, tetapi kami optimistis dengan kerja keras dan strategi yang tepat, target PAD 2026 bisa kita capai,” pungkasnya.
(Melviandres Pamanggori – Red MR)





Apa komentar anda ?