Jayapura,Nokenlive.com — Jelang laga menghadapi PSIS Semarang, Persipura Jayapura memfokuskan latihan pada penyelesaian akhir. Pelatih kepala Rahmad Darmawan menilai timnya masih belum maksimal dalam memanfaatkan peluang.
Evaluasi tersebut muncul usai sesi latihan di Lapangan Mandala, Jayapura, Selasa (14/4/2026). RD—sapaan akrab Rahmad Darmawan—mengaku belum puas dengan performa lini depan timnya pada laga sebelumnya.
“Kita punya banyak peluang, tapi belum bisa dikonversi menjadi gol. Itu yang menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.
Untuk itu, Persipura kini mengintensifkan latihan finishing, baik secara individu maupun kelompok. RD berharap ada peningkatan signifikan dalam ketajaman pemain saat pertandingan nanti.
“Kami fokus pada penyelesaian akhir, mulai dari latihan individu hingga kombinasi tim. Harapannya tentu ada perubahan,” tambahnya.
Selain pembenahan teknis, tim pelatih juga berupaya mengembalikan motivasi dan suasana positif di dalam skuad. Setelah sempat diliputi kekecewaan, para pemain kini disebut kembali berlatih dengan semangat tinggi.
“Kami coba mencairkan suasana agar energi dan motivasi pemain kembali. Hari ini mereka terlihat lebih siap dan bersemangat,” jelas RD.
Dalam sesi latihan, Persipura juga melibatkan tambahan penjaga gawang. Hal ini dilakukan untuk mendukung program latihan intensitas tinggi seperti shooting, crossing, dan berbagai skema serangan.

“Karena kiper kami terbatas, sementara latihan cukup berat, kami menambah kiper untuk menjaga kondisi dan menghindari cedera,” ungkapnya.
Terkait belum dimainkannya sejumlah pemain seperti Arodi dan Basna, RD menegaskan hal itu murni bagian dari proses seleksi dan persaingan di dalam tim.
“Semua pemain punya peluang yang sama. Siapa yang tampil lebih baik di latihan, itu yang akan dimainkan. Di setiap posisi ada persaingan ketat,” tegasnya.
Menghadapi PSIS, RD menilai calon lawan memiliki kualitas yang solid. Ia menyoroti performa PSIS yang mampu bermain imbang 3-3 pada laga sebelumnya, serta diperkuat pemain asing, naturalisasi, dan sejumlah pemain berpengalaman.
Meski demikian, RD meminta anak asuhnya tidak merasa tertekan berlebihan. Ia justru ingin laga ini menjadi motivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik di kandang sendiri.
“Ini bukan hal yang harus ditakuti, tapi justru jadi motivasi untuk mengalahkan tim dengan kualitas bagus di kandang kita,” pungkasnya.
(Andika/Red)





Apa komentar anda ?