JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura, Provinsi Papua, menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 sebagai forum evaluasi dan perumusan program prioritas organisasi ke depan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura yang juga Ketua PMI Kota Jayapura, Haji Rustan Saru, MM. Ia hadir didampingi Sekretaris Jenderal PMI Papua serta Dewan Kehormatan PMI Kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Rustan Saru menyampaikan bahwa Musyawarah Kerja PMI Kota Jayapura Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus merancang program yang akan dilaksanakan pada 2026.
“Melalui Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia Kota Jayapura Tahun 2026 ini, kita akan melakukan evaluasi program kerja di Tahun 2025 dan yang bakal dilaksanakan pada Tahun 2026,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, sesuai arahan Wali Kota Jayapura, PMI Kota Jayapura harus berkomitmen membangun komunikasi dan sinergitas dengan seluruh instansi terkait guna menjawab setiap program kerja organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan tersebut.
“PMI Kota Jayapura harus berkomitmen bersama dengan membangun komunikasi dan sinergitas dengan instansi terkait guna menjawab setiap program kerja organisasi yang bergerak dalam bidang kemanusiaan tersebut,” pintanya.

Rustan Saru menambahkan, sejalan dengan program Pemerintah Kota Jayapura, lima tahun ke depan telah ditetapkan tema pembangunan tahunan. Tahun 2025 dicanangkan sebagai Tahun Birokrasi Melayani, sedangkan Tahun 2026 sebagai Tahun Sinergi dan Kolaborasi.
“Harapannya organisasi PMI bisa membangun kolaborasi dengan Pemkot melalui instansi terkait guna terwujudnya program kerja di Tahun 2026 nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili PMI Provinsi Papua, Sekretaris PMI Papua menyampaikan bahwa salah satu tugas dan peran penting PMI Kota Jayapura adalah menyediakan darah bagi masyarakat. Mengingat Kota Jayapura merupakan kota rujukan di Papua, tanggung jawab kemanusiaan tersebut menjadi sangat krusial.
“Salah satu tugas dan peran yang penting dari PMI Kota Jayapura adalah menyediakan darah. Apalagi Kota Jayapura menjadi kota rujukan di Papua, ini merupakan tanggung jawab kemanusiaan Palang Merah Indonesia Kota Jayapura,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan Unit Donor Darah (UDD) serta jejaring sukarelawan dan relawan perlu terus dilakukan guna mendukung optimalisasi program kerja PMI Kota Jayapura.
“Untuk itu perlu dilakukan penguatan unit donor darah dan jejaring sukarelawan dan relawan dalam mendukung program kerja PMI Kota Jayapura,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Halmed Yomungga, mengatakan bahwa Musyawarah Kerja ini merupakan wadah inkonstitusional dalam rangka mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, sehat, dan berkelanjutan.
Mantan Lurah Tanjungria tersebut menjelaskan, tujuan musyawarah ini adalah melakukan evaluasi program kerja Tahun 2025, menetapkan program prioritas Tahun 2026, serta memperkuat koordinasi antara pengurus, staf, dan relawan PMI Kota Jayapura.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat fogging oleh Ketua PMI Kota Jayapura yang juga Wakil Wali Kota Jayapura kepada perwakilan PMI di Distrik Heram dan Distrik Jayapura Utara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi bongkar pasang tenda darurat oleh para relawan PMI Kota Jayapura sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?