JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Kota Jayapura, resmi memasuki hari terakhir pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari ini sebelumnya dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua pada Senin (9/2/2026).
Kepala SNK Pariwisata Papua, Ana Rebeka Rumbiak, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan UKK Tahun Pelajaran 2025/2026 berjalan baik dan lancar.

“Pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SNK Pariwisata Papua di Jayapura dapat berjalan baik dan lancar lantaran telah dipersiapkan oleh bapak ibu guru pengampu mata pelajaran masing-masing di tiap jurusan sesuai dengan instrumen dari kementerian pusat,” ungkap Ana Rebeka saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, ia mengakui terdapat beberapa siswa yang belum dapat mengikuti ujian karena gangguan kesehatan. “Memang ada beberapa siswa peserta uji kompetensi keahlian yang tidak bisa hadir dikarenakan gangguan kesehatan, dan akan diatur kemudian oleh panitia,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, UKK menghadirkan penguji dari unsur eksternal maupun internal sekolah guna memastikan objektivitas dan kualitas penilaian kompetensi siswa.

Ana Rebeka menegaskan bahwa Uji Kompetensi Keahlian merupakan tahapan wajib bagi seluruh siswa kelas XII, khususnya di sekolah menengah kejuruan yang menitikberatkan pada kompetensi dan keterampilan.
“Uji kompetensi keahlian merupakan tahapan yang harus dilalui peserta didik dalam rangka menguji kompetensi dan keahliannya. Mengapa? Karena siswa sekolah menengah kejuruan termasuk SNK Pariwisata Papua sangat berkaitan dengan kompetensi dan keahlian. Sehingga uji kompetensi keahlian wajib hukumnya bagi siswa kelas XII untuk mengikutinya sebelum pelaksanaan ujian sekolah berbasis komputer nantinya,” tegasnya.
Ia menambahkan, setelah menyelesaikan UKK dan ujian sekolah, para siswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat keahlian yang akan diberikan saat pengumuman kelulusan.
“Setelah uji kompetensi keahlian dan ujian sekolah akhir, para siswa akan juga memperoleh sertifikat keahlian selain ijazah yang akan diberikan sekolah saat pengumuman kelulusan,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan UKK juga menjadi bahan evaluasi bagi para guru terkait efektivitas materi pembelajaran yang telah diberikan sesuai kurikulum yang berlaku.
Sebelum mengikuti UKK, para siswa telah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di dunia usaha dan dunia industri sesuai program keahlian masing-masing selama hampir enam bulan. PKL tersebut merupakan bagian dari mata pelajaran di semester lima bagi siswa kelas XII.
“Dan sebelum melaksanakan uji kompetensi keahlian, para siswa sudah melakukan praktik kerja lapangan di dunia usaha dan industri sesuai program keahliannya masing-masing selama hampir enam bulan dan merupakan mata pelajaran di semester ke-5 bagi siswa kelas XII,” terangnya.
SNK Pariwisata Papua Kota Jayapura saat ini memiliki enam program keahlian, yaitu Perhotelan, Tata Busana, Tata Boga/Kuliner, Kecantikan Kulit dan Rambut, Usaha Perjalanan Wisata, serta Rekayasa Perangkat Lunak (PPLG).

Sementara itu, terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Ana Rebeka menyebutkan proses pendaftaran akan dilakukan secara daring (online). Pihak sekolah juga telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, dan para operator sekolah akan mendapatkan pembekalan sebelum pelaksanaan sistem tersebut.
Kabar baik lainnya, pada tahun ajaran baru 2026/2027, biaya seragam sekolah bagi siswa baru kelas X akan digratiskan.

“Untuk masyarakat di Jayapura maupun luar Papua yang akan mendaftarkan putra-putrinya, di tahun ini biaya seragam sekolah bagi siswa baru kelas 10 itu gratis atau tidak dipungut karena ditanggung Pemerintah Daerah Provinsi Papua, juga biaya uji kompetensi keahlian siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026,” ucapnya.
Dengan berakhirnya UKK hari ini, SNK Pariwisata Papua menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah formal, tetapi juga kompetensi dan sertifikasi keahlian yang siap bersaing di dunia kerja maupun industri pariwisata. (Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?