ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Minggu, Mei 3, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Dorong Perubahan di Papua: KIPRa Paparkan Hasil Pemetaan Organisasi Masyarakat Sipil dan Strategi Penguatan Kapasitas

Dorong Perubahan di Papua: KIPRa Paparkan Hasil Pemetaan Organisasi Masyarakat Sipil dan Strategi Penguatan Kapasitas

Oleh : Nokenlive
24 Januari 2026
Di Kabar Daerah, Nasional, Papua Pegunungan, PAPUA SELATAN, Papua Tengah, Provinsi Papua
0
Dorong Perubahan di Papua: KIPRa Paparkan Hasil Pemetaan Organisasi Masyarakat Sipil dan Strategi Penguatan Kapasitas

Foto : Hubertus. Keterangan Foto : Irianto Jacobus, Direktur KIPRa Papua (Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat) Papua, Saat Doorstop Dalam Kegiatan Diseminasi Program Penguatan Kapasitas LSM/OMS Platform “Torang Belajar”, Jumat (23/1/2026).

JAYAPURA,NOKENLIVE.com – Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa) Papua memaparkan hasil kajian pemetaan kapasitas dan kebutuhan organisasi masyarakat sipil (OMS) di Tanah Papua melalui acara diseminasi yang digelar di Hotel Horison, Kotaraja, Kota Jayapura, pada Jumat (23/2/2026). Acara yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari 30 peserta secara langsung dan 30 peserta lainnya mengikuti secara daring.

Diseminasi tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas LSM/OMS melalui platform pembelajaran “Torang Belajar” yang dikembangkan KIPRa Papua dengan dukungan dari Packard Foundation. Kehadiran peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi masyarakat sipil, perwakilan pemerintah, masyarakat adat, hingga kalangan akademisi dan perguruan tinggi, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat di Papua.

Direktur KIPRa Papua, Irianto Jacobus, menjelaskan bahwa kajian pemetaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kapasitas kelembagaan OMS dan kebutuhan mereka dalam menjalankan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat.

“Hari ini kami mempresentasikan hasil kajian pemetaan kapasitas dan kebutuhan OMS sebagai bentuk tanggung jawab atas proses riset yang telah kami lakukan bersama kawan-kawan organisasi masyarakat sipil di Tanah Papua,” ujar Irianto saat membuka acara.

Proses riset yang dilakukan selama tiga hingga lima bulan itu menggunakan berbagai metode, termasuk wawancara mendalam, survei daring, dan forum diskusi kelompok terarah (FGD). Kajian ini dilaksanakan di enam wilayah yang menjadi titik pemetaan, yakni Manokwari, Sorong, Timika, Merauke, Jayapura, dan Wamena. Rangkaian riset ini ditutup di Wamena pada Desember 2025 lalu.

“Setiap wilayah memiliki konteks dan tantangan yang berbeda, oleh karena itu kami melakukan pemetaan di beberapa daerah agar mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang kondisi dan kebutuhan OMS di Tanah Papua,” jelas Irianto.

Hasil kajian menunjukkan terdapat lebih dari 200 organisasi masyarakat sipil yang aktif di enam wilayah kajian. Data ini diperoleh melalui survei daring dan FGD yang melibatkan puluhan OMS di Tanah Papua.

Irianto menambahkan, hasil kajian ini akan menjadi dasar dalam pengembangan Program Torang Belajar yang akan berjalan selama dua tahun ke depan. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas OMS melalui berbagai bentuk pembelajaran.

“Ke depan, penguatan kapasitas OMS akan kami lakukan melalui webinar, pelatihan tatap muka, serta pembelajaran berbasis digital. Kami juga menyiapkan ruang podcast dan pusat pembelajaran online di Kantor KIPRa Papua, Kotaraja,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas ini, KIPRa Papua tengah mengembangkan platform Torang Belajar berbasis website yang dapat diakses lebih luas oleh organisasi masyarakat sipil di seluruh Tanah Papua. Platform ini dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik-praktik baik antar OMS dalam menjalankan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat.

“Torang Belajar kami kembangkan sebagai ruang belajar bersama bagi OMS di Tanah Papua. Melalui website ini, organisasi dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik yang selama ini dilakukan di lapangan,” lanjut Irianto.

Melalui diseminasi ini, KIPRa Papua berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara organisasi masyarakat sipil, pemerintah, masyarakat adat, dan perguruan tinggi dalam memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat di Papua secara berkelanjutan.

“Kami menyadari bahwa penguatan OMS tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, kami mengajak pemerintah, masyarakat adat, perguruan tinggi, dan semua pihak untuk berkolaborasi agar upaya pemberdayaan masyarakat di Papua dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutup Irianto.

(Hubertus Gobai – Redaksi DA)

Tags: Irianto JacobusKonsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa) PapuaProvinsi Papua
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Gubernur Papua Tengah Tepati Janji 15 Laptop untuk Pelajar Intan Jaya, Dorong Kemajuan Pendidikan di Pedalaman

Berita Selanjutnya

Kunjungan Kerja di Paniai, Gubernur Papua Tengah Serahkan 75 Laptop untuk Pelajar Meepago

Berita Terkait

Bakal Sengit Laga Persipura vs Persiku, RD Minta Pemain Tetap Tenang
Nasional

Bakal Sengit Laga Persipura vs Persiku, RD Minta Pemain Tetap Tenang

Peringatan Hardiknas di Wamena: Sederhana, tapi Penuh Semangat Majukan Pendidikan
Papua Pegunungan

Peringatan Hardiknas di Wamena: Sederhana, tapi Penuh Semangat Majukan Pendidikan

Hardiknas 2026 di Wamena, Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Generasi Emas 2045
Nasional

Hardiknas 2026 di Wamena, Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Generasi Emas 2045

Hardiknas 2026, BGN Nabire Tekankan Pentingnya Literasi Gizi untuk Generasi Emas
Nasional

Hardiknas 2026, BGN Nabire Tekankan Pentingnya Literasi Gizi untuk Generasi Emas

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua